RM.id Rakyat Merdeka - Partai Amanat Nasional (PAN) mengumumkan sembilan nama bakal calon presiden dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Sabtu lalu. Dari jumlah itu, ada empat nama petinggi partai politik (parpol) dijagokan.
Keempatnya, yakni Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa, Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Kemudian nama lainnya ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Satu bakal pemimpin nasional lain yang disepakati adalah Menteri BUMN Erick Thohir.
Baca juga : Yasonna Minta Kerja Strategis Demi Capai Target
Analis Politik dan Pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif menilai, PAN terkesan mengobral capres. Strategi model ini akan mempersulit proses konsolidasi partai koalisi.
“Ini baru di internal PAN, belum nanti proses pendistribusian bakal calon pilihan PAN ke KIB,” kata Ikhwan dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Ikhwan menilai, strategi obral nama capres ini untuk merebut pengaruh ketokohan dan kekuatan politik masing-masing tokoh. PAN berusaha mendompleng nama-nama tersebut untuk mendongkrak elektabilitas kepartaiannya.
Baca juga : Andi Gani Tegaskan Musra Bukan Agenda Dukung Salah Satu Capres
Strategi ini juga menunjukkan lemahnya proses penyaringan nama tokoh potensial dengan tolok ukur mesin partai.
“Ini menunjukkan lebih kuatnya faktor ketokohan dalam proses pemilihan bakal calon presiden atau dalam proses pemilihan legislatif,” tandasnya.
Sementara, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS) Agung Baskoro melihat, soliditas KIB akan diuji karena banyaknya nama capres yang diusulkan PAN. Di tengah Golkar sudah solid mendukung Airlangga Hartarto sebagai capres dan PPP masih belum mengirimkan rekomendasinya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.