Sebelumnya
Hanya saja, Ma’ruf merasa terganggu dengan omongan SBY itu. Menurut dia, jika benar ada pihak yang mengganggu, SBY sebaiknya melapor ke polisi atau KPU untuk segera diselesaikan. “Jadi jelas. Jangan seperti melempar tuduhan yang bisa kemana-mana,” kata Ma’ruf, kemarin.
Ma’ruf pun mengimbau agar SBY tidak melempar tuduhan yang tidak jelas. Ia menantang SBY menjelaskan siapa yang menganggu dan apa gangguan yang dilakukan.
Baca juga : Tamu Berdatangan Kini Lebih Banyak
Menurut bekas Rais Aam PBNU ini Tim Jokowi-Ma’ruf sekali tak pernah mengganggu. Kampanye yang dilakukan selalu santun, serta selalu menawarkan substansi seperti program dan gagasan. “Ini tak tahu siapa yang diganggu, yang menganggu siapa. Mestinya (SBY) harus jelas,” tuturnya.
Waketum TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding juga heran dengan omongan SBY. Menurut dia, jika mau mengeluh, kubunyalah yang pantas mengeluh. Pasalnya capres jagoaannya pun kerap diganggu dan seringkali kena fitnah. Mulai dari isu PKI, antek asing, gagal mengelola utang, atau bahkan anti-Islam. “Itu menurut saya gangguan yang paling dahsyat yang dialamatkan kepada kami,” kata Karding, kemarin.
Baca juga : Ma’ruf Ngaku Jadi Alat Membangun Bangsa
Meski demikian, Karding menyebut Jokowi tak pernah mengeluh. Kubunya terus berupaya meyakinkan publik agar menengok fakta yang tersedia. “Koalisi kami koalisi kerja, bukan mengeluh atau menanamkan pesimisme di tengah masyarakat,” ujar Karding.
Sementara itu, Ketua DPP Gerinda, Ahmad Riza Patria mengatakan, pernyataan SBY itu bukan sesuatu yang mengada-ada. Bahkan sudah ada buktinya. Salah satunya insiden di Pekanbaru.
Baca juga : Jokowi-JK Seperti Perangko
Karena itu, dia berharap permintaan SBY itu agar tidak disepelekan. Terutama oleh aparat penegak hukum.“Seorang yang cerdas, berintegrasi, memiliki jaringan luas seperti Pak SBY menyampaikan jangan ganggu kami berarti ada yang mengganggu, berarti ada potensi gangguan sehingga Pak SBY sampai mengingatkan,” kata Riza di Jakarta, kemarin. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.