RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah pengurus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di daerah angkat bicara tentang kabar perpindahan mantan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto ke Partai Amanat Nasional (PAN). Perpindahan Wiranto tak akan berpengaruh terhadap Hanura, karena sistem di partai itu sudah lebih baik di bawah kepemimpinan Oesman Sapta (OSO).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ahmad Al Azhar mengatakan, kepindahan Wiranto ke partai lain tak akan berpengaruh bagi partainya.
Pasalnya, Partai Hanura sudah memiliki mesin dan sistem yang dijalankan secara baik di bawah kepemimpinan Ketua Umum Oesman Sapta.
“Pak wiranto memang pendiri partai di pusat dan saya deklarator di daerah. Sikap kami sudah jelas, kalau mereka pindah itu hak asasi mereka. Kami tidak mungkin menahan di Hanura,” ujar Azhar kepada wartawan di Palembang, Sumsel, kemarin.
Baca juga : Apeng Curhat Anak Buahnya Diancam, Jaksa Tersenyum
Menurut dia, keluarnya Wiranto dari Partai Hanura justru membuat pihaknya tidak memiliki beban, serta bisa lebih fokus dalam penguatan kader dan mesin partai. Sebab, konflik yang ditimbulkan Wiranto sebelum Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, cukup merusak situasi internal dan soliditas para kader.
“Soal Pak Wiranto di Hanura, sikap kami sudah sangat jelas sejak Pemilu 2019. Peran beliau tidak terlalu penting bagi partai ini. Ada atau tidaknya Pak Wiranto di sini (Hanura), tidak ada pengaruhnya lagi,” tegas dia.
Lebih lanjut, pria yang dikenal sebagai pengacara ini mengungkapkan, dalam tujuh tahun terakhir, Wiranto tidak pernah terlibat di Partai Hanura. Bahkan, keberadaan Wiranto di Partai Hanura, justru membawa kesan menggembosi partai.
“Kami sudah jelas dan tahu semangatnya. Saya juga yakin, seluruh kader Partai Hanura bisa menilai. Partai Hanura bukan milik Wiranto, partai ini ada karena kami di daerah juga ada,” tandasnya.
Baca juga : Cordela Hotel Tawarkan Pengalaman Menginap dan Promo Nikah Hanya 9 Jutaan
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Bogor, Sendhy Pratama mengaku belum mendapat informasi akurat terkait kepindahan Wiranto ke PAN. Namun begitu, dia menegaskan, kepindahan Wiranto tidak akan berdampak terhadap partainya.
Hal tersebut telah dibuktikan pada Pemilu 2019. Saat itu, Partai Hanura diuji dengan adanya konflik internal, tapi masih bertahan sampai sekarang. Bahkan, pihaknya masih bisa meperoleh 809 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat kota, kabupaten dan provinsi se-Indonesia.
“Sejak Pemilu 2019, Pak Wiranto sudah tidak di Hanura,” ucap Sendhy.
Menurutnya, kabar perpindahan Wiranto juga tidak akan berpengaruh terhadap program-program yang sudah disiapkan Partai Hanura, untuk menghadapi Pemilu 2024.
Baca juga : KPK Dikabarkan Tengah Selidiki Dugaan Rasuah Bansos DKI
Selain itu, seluruh fungsionarisdan kader Partai Hanura di seluruh Indonesia juga meyakini figur dan kepemimpinan Ketua Umum Oesman Sapta, akan all out untuk membangkitkan Hanura di tahun 2024.
Menurutnya, saat ini seluruh fungsionaris dan kader Partai Hanura di seluruh Indonesia, solid dan telah memiliki sistem yang lebih baik di bawah kepemimpinan Oesman Sapta.
“Kami yakin, Ketua Umum Partai Hanura akan all out untuk membangkitkan dan membawa partai memenangkan Pemilu 2024,” tandasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.