Sebelumnya
Kata dia, sikap politik Jokowi ini penting untuk menjaga stabilitas politik di masa akhir jabatannya. Karena itu, Gibran pun memainkan peran yang sama. Sehingga sulit bagi Gibran untuk menunjukkan hanya dekat kepada salah satu calon.
Meskipun cenderung “abu-abu”, Toto-sapaannya, menilai Gibran tidak bermaksud membelot dari PDIP. Apa yang dilakukan Gibran, kata dia, bentuk menjaga stabilitas politik.
Baca juga : Wamenkominfo Nezar Patria Minta Diplomasi Kuliner Aceh Diperluas
“Demi menjaga soliditas partai-partai koalisi pendukungnya, seperti yang sudah diketahui saat ini Prabowo Subianto sebagai salah satu bagian dari koalisi Jokowi,” kata Yunarto.
Direktur Eksekutif Charta Politika ini mengatakan, cara Jokowi bersikap netral itu bisa dengan dua cara. Pertama, tidak mengendorse siapapun, tapi satu lagi dengan cara mengendorse pihak-pihak pendukung koalisinya yang akan maju.
Baca juga : Mulai Muncul Ide Duet Ganjar-Gibran
“Sepertinya alternatif kedua ini yang sedang dilakukan oleh Pak Jokowi, baik dengan menunjukkan endorsement kepada Ganjar ataupun kepada Prabowo,” tutur Yunarto.
Kata Yunarto, Gibran tidak mendapatkan pilihan lain lagi, karena mau tidak mau harus dilakukan. Dan kata dia, PDIP harus memahami posisi Jokowi dan Gibran ini.
Baca juga : Atasi Polusi Udara, Wapres Minta Masyarakat Naik Kendaraan Umum
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 21/8/2023 dengan judul Sekaliber Pacul Saja Minta Maaf Ke Gibran
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.