Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Dukungan Terus Mengalir

PSI Merapat Ke Gerindra?

Senin, 7 Agustus 2023 07:40 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha kedua kiri bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah), Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie (kedua kanan), Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni (kanan) dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (kiri) melakukan pertemuan di DPP PSI, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal terkait Pemilu 2024. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww)
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha kedua kiri bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah), Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie (kedua kanan), Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni (kanan) dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (kiri) melakukan pertemuan di DPP PSI, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal terkait Pemilu 2024. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dukungan terhadap Calon Presiden (Capres) Partai Gerindra, Prabowo Subianto terus mengalir. Sejumlah partai politik mulai merapat ke gerbong Menteri Pertahanan (Menhan) ini.

Setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sejak awal berkoalisi, menyusul Partai Bulan Bintang (PBB) melabuhkan dukungan. Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kemungkinan besar segera me­nyusul.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, ada beberapa alasan bertambahnya dukungan parpol kepada Prabowo. Dari mulai faktor sejarah, hingga alasan realita posisi Prabowo dinilai paling kuat dalam bursa Pilpres.

Baca juga : Sah, Yann Sommer Merapat Ke Inter Milan

"Kalau Gelora faktor sejarah. Memang elite politiknya dari mulai Anis Matta hingga Fahri Hamzah sudah lama mendukung Prabowo sejak masih di PKS. Jadi tak terlalu mengejutkan," kata Adi dalam keterangannya, kemarin.

Sementara alasan PBB dan ke­mungkinan PSI yang rencananya bergabung, karena faktor sinyal arah dukungan pusat ke Prabowo semakin kentara.

Serupa, Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (IndoStrategic), Ahmad Khoirul Umam menilai, dukungan parpol, khususnya PBB dan PSI tak lain karena adanya arah sinyal Jokowi yang sejauh ini lebih cenderung ke Prabowo.

Baca juga : Perjuangan Elvy 10 Tahun Mengurus Sertipikat di BPN Padang Berujung Manis

"Dua partai ini, khususnya PSI, sebelumnya mendukung Jokowi. Jadi melihat sinyalnya kuat ke Prabowo, maka otomatis mendukung," tuturnya dalam keterangannya, kemarin.

Ditambah, banyak jaringan relawan Jokowi di Pilpres 2019, yang kini berbalik mendukung Prabowo di 2024. Menurutnya, sikap PSI yang membuka peluangmendukung Prabowo mempertegas, sel-sel politik di lingkaran Jokowi semakin solid berkumpul ke kubu Prabowo. "Prabowo semakin kuat dengan semakin solidnya gerbong dan mesin pendukung Jokowi yang masuk," tutur dosen Universitas Paramadina ini.

Sebelummya, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PSI, Grace Natalie buka suara terkait kun­jungan Prabowo ke kantor DPP PSI, Jakarta Pusat pada Rabu (2/8). Dia mengatakan, PSI dan Prabowo menemukan banyak kesamaan visi dan pandangan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.