BREAKING NEWS
 

Gerindra, Demokrat dan Berkarya Perang Kata-kata

Koalisi Adil Makmur Mulai Hancur-hancuran

Reporter : MUHAMMAD HUSEIN
Editor : DEDE HERMAWAN
Jumat, 17 Mei 2019 09:09 WIB
Capres 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama jajaran Indonesia Adil Makmur saat mengadakan pertemuan di Hotel Grand Sahid, Selasa (14/5). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).

 Sebelumnya 
Menurut dia, kehadiran Gerindra maupun perwakilan parpol pendukung Prabowo-Sandi lainnya di DPR untuk periode 2019- 2024 tak akan ada gunanya. Itu lantaran Koalisi Indonesia Adil dan Makmur kalah besar dibandingkan Koalisi Indonesia Kerja pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Logikanya, kalau pileg diterima pilpres ditolak, sami mawon (sama saja) kan. Toh di legislatif dikalahkan juga. Jumlah anggota yang jadi lebih banyak pihak lawan Pak Prabowo. Produk keputusan parlemen pasti tidak memihak ke Pak Prabowo,” jelas Andi.

Baca juga : Politisi Yang Baik Tidak Hanya Mencaci, Tapi Mau Minta Maaf

Saat ditanya apakah permintaan Prabowo-Sandi agar menolak hasil Pileg 2019 merupakan keputusan Tommy, dia menyebut itu aspirasi kader partai. Dari aspirasi ini, Tommy disebut Andi, memberikan persetujuan.

“Sikap dan aspirasi keluarga besar Partai Berkarya dari bawah. Pimpinan hanya mengamini. Jadi Partai Berkarya bukan kambing congek atau dungu,” tegasnya.

Baca juga : SBY dan Prabowo Di Ambang Cerai

Sementara,Ketua DPP Gerindra Habiburokhman menyatakan pileg dan pilpres dua hal yang berbeda. “Itu orang ngerti nggak sih sistem pemilu? Sistem pemilunya kan beda antara pilpres dan pileg. Surat suara beda. Pihak yang berpartisipasi beda. Gimana coba,” kata Habiburokhman.

“Misal laporan-laporan kami kan terlapor bukan partai, tapi institusi yang menguntungkan paslon. Bukan berbicara soal partai. Coba saja cek ratusan laporan ke Bawaslu, bukan dispute antarpartai,” lanjutnya.

Baca juga : Sandi: Demokrat & Koalisi Adil Makmur Makin Solid

Habiburokhman menyebut, penggunaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 untuk pilpres dan pileg berbeda. Demikian pula dengan formulir C1 pileg dan pilpres.

“C1-nya kan beda antara pilpres dan pileg. DPT penggunaannya beda. Meski sama, tapi penggunaannya beda DPT pileg dan pilpres,” ucapnya [MHS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense