Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gerindra, Demokrat dan Berkarya Perang Kata-kata
Koalisi Adil Makmur Mulai Hancur-hancuran
Sebelumnya
Menurut dia, kehadiran Gerindra maupun perwakilan parpol pendukung Prabowo-Sandi lainnya di DPR untuk periode 2019- 2024 tak akan ada gunanya. Itu lantaran Koalisi Indonesia Adil dan Makmur kalah besar dibandingkan Koalisi Indonesia Kerja pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Logikanya, kalau pileg diterima pilpres ditolak, sami mawon (sama saja) kan. Toh di legislatif dikalahkan juga. Jumlah anggota yang jadi lebih banyak pihak lawan Pak Prabowo. Produk keputusan parlemen pasti tidak memihak ke Pak Prabowo,” jelas Andi.
Baca juga : Politisi Yang Baik Tidak Hanya Mencaci, Tapi Mau Minta Maaf
Saat ditanya apakah permintaan Prabowo-Sandi agar menolak hasil Pileg 2019 merupakan keputusan Tommy, dia menyebut itu aspirasi kader partai. Dari aspirasi ini, Tommy disebut Andi, memberikan persetujuan.
“Sikap dan aspirasi keluarga besar Partai Berkarya dari bawah. Pimpinan hanya mengamini. Jadi Partai Berkarya bukan kambing congek atau dungu,” tegasnya.
Baca juga : SBY dan Prabowo Di Ambang Cerai
Sementara,Ketua DPP Gerindra Habiburokhman menyatakan pileg dan pilpres dua hal yang berbeda. “Itu orang ngerti nggak sih sistem pemilu? Sistem pemilunya kan beda antara pilpres dan pileg. Surat suara beda. Pihak yang berpartisipasi beda. Gimana coba,” kata Habiburokhman.
“Misal laporan-laporan kami kan terlapor bukan partai, tapi institusi yang menguntungkan paslon. Bukan berbicara soal partai. Coba saja cek ratusan laporan ke Bawaslu, bukan dispute antarpartai,” lanjutnya.
Baca juga : Sandi: Demokrat & Koalisi Adil Makmur Makin Solid
Habiburokhman menyebut, penggunaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 untuk pilpres dan pileg berbeda. Demikian pula dengan formulir C1 pileg dan pilpres.
“C1-nya kan beda antara pilpres dan pileg. DPT penggunaannya beda. Meski sama, tapi penggunaannya beda DPT pileg dan pilpres,” ucapnya [MHS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.