BREAKING NEWS
 

Soal Penunjukan Yusril, Kubu KLB Deli Serdang Bantah Keterlibatan Moeldoko

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 2 Oktober 2021 21:08 WIB
Isnaeni Widodo (paling kiri), Hasyim Husein dan Adjrin Duwila (tengah, penggugat AD/ART Demokrat di PTUN), dan Ayu Palaretins dalam jumpa pers RM Kapau, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (2/10). (Foto: Khoirul Umam/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Ketua DPC PD Ngawi, Isnaini Widodo membantah gosip yang menyebut keterlibatan Kepala Staf Presiden Moeldoko  dalam penunjukkan Yusril Ihza Mahendra, terkait judicial review atau uji materi terhadap AD/ART Demokrat.

"Penunjukkan itu murni inisiatif mantan Ketua DPC Demokrat yang kini merapat ke kubu KLB Deli Serdang. Yakni saya sendiri, Hasyim Husein, Adjrin Duwila, dan Ayu Palaretins. Kami menunjuk Yusril karena tak paham tata cara beracara di Mahkamah Agung," kata Isnaini dalam jumpa pers di Rumah Makan Kapau, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (2/10).

Baca juga : Kubu KLB Deli Serdang: Yusril Dibayar Rp 100 Miliar? Hoax Itu...

"Itu adalah murni pemikiran kami, di luar Pak Moeldoko," tegasnya.

Adsense

Isnaini juga menepis isu kubu KLB Demokrat membayar Rp 100 miliar kepada Yusril, atas jasa mengurus upaya uji materi.

Baca juga : KPK: Itu Kewenangan Ditjenpas Kemenkumham

"Kami menunjuk Yusril, karena komitmennya jelas. Nggak ada itu yang namanya Rp 100 miliar. Angkanya masih wajar. Nggak sampai segitu. Kan saya bicara langsung ke Prof. Yusril," papar Isnaini. 

Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua DPC PD Tegal Ayu Palaretins menuturkan, penunjukkan Yusril murni karena unsur pertemanan.

Baca juga : PMN Diyakini Bakal Kebut Pemulihan Ekonomi Nasional

"Saya dari akademisi, kebetulan juga dosen. Saya kebetulan banyak teman-teman alumni dari Undip (Universitas Diponegoro). Kebetulan saya S3, doktor. Saya luas berteman dengan Pak Yusril," beber Ayu. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense