Dark/Light Mode

Proyek Tertunda Akan Bergulir Kembali

PMN Diyakini Bakal Kebut Pemulihan Ekonomi Nasional

Selasa, 7 September 2021 06:43 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanaman Modal Negara (PMN) dipastikan akan menggerakkan kegiatan ekonomi. Dampaknya, diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perekonomian nasional.

Ekonom Senior dari Institute of Development for Economics and Finance (Indef) Eko Listyanto menilai positif alokasi PMN untuk sektor produktif.

“Sudah seharusnya PMN yang diberikan ke BUMN dimanfaatkan untuk proyek-proyek produktif. PMN itu bisa diartikan untuk menambah modal belanja sehingga proyek-proyek: yang tadinya tertunda, bisa dilanjutkan kembali,” ungkap Eko kepada Rakyat Merdeka.

Baca juga : Industri Hulu Migas Bantu Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

Menurutnya, jika pencairan PMN 2021 tuntas dilakukan pada kuartal III dan IV-2021, akan berdampak besar terhadap perekonomian nasional. Apalagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dilonggarkan. Sehingga otomatis aktivitas lambat laun mulai bergerak.

Kalau pun dana PMN belum bisa dicairkan semua, lanjut Eko, hal itu harus dipahami karena Pemerintah juga tengah menyediakan anggaran prionitas untuk Kesehatan.

Siap 100 Persen

Baca juga : Industri Kelapa Sawit Mampu Bangkitkan Ekonomi Nasional

Direktur Utama BUMN Holding Perasuransian dan Penjaminan atau Indonesia Finance Group (Persero) atau IFG Robertus Bilitea mengungkapkan, pihaknya bakal menerima PMN sebesar Rp 20 trilim. Dana ini akan digunakan untuk proses migrasi nasabah eks PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ke IFG pada Oktober 2021.

Selain PMN, lanjut Robertus, penyertaan modal ke IFG juga disiapkan oleh induk holding asuransi BUMN IFG sebesar Rp6,7 triliun. Dengan demikian, IFG akan mengelola pendanaan sebesar Rp 26,7 trliun.

"Persiapan kami sudah 99 persen, migrasi nasabah ini hanya berlaku bagi eks nasabah Jiwasraya yang telah mengikuti program restrukturisasi yang telah rampung akhir Mei 2021,” jelasnya dalam virtual seminar ke-57 yang digelar Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) bertajuk Penyertaan Modal Negara: Antara Kepentingan Sosial dan Finansial, Kamis (2/9).

Baca juga : Anies: Sektor Kreatif Topang Pemulihan Ekonomi Nasional

Sementara, Direktur Corporate Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Silvano Rumantir mengungkapkan, pihaknya akan menerima PMN senilai Rp 7 triliun untuk tahun Anggaran 2022.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.