BREAKING NEWS
 

Diungkap Bawaslu

Hate Speech Makin Menggila Di Medsos

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Sabtu, 24 Juni 2023 06:45 WIB
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Kepala Unit Komunikasi dan Informasi Kantor Wilayah Multisektoral UNESCO Ana Lomtadze mengatakan, saat ini hingga akhir siklus pemilu, ujaran kebencian, disinformasi dan konten menghasut yang tersebar secara online berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pemilu dan memfasilitasi kekerasan di dunia nyata.

“Social Media 4 Peace memiliki dua tu­juan. Pertama, mempromosikan narasi ke­damaian di media sosial. Untuk tujuan ini, kami bekerja bersama dengan anak muda, pemimpin keagamaan,” ungkap Ana.

Ana mengaku, bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), UNESCO melakukan penelitian yang menjadi per­masalahan media sosial di Indonesia.

Baca juga : Dibekali Teknologi Baru, BBM Shell Bikin Mesin Joss

Permasalahan yang timbul, kata dia, ke­banyakan berada pada sisi platform media sosial yang mana mereka kurang transparan dalam memoderasi konten.

“Ini menjadi jelas bahwa mereka, plat­form media sosial tidak berinvestasi pada konten moderasi dalam bahasa lain selain bahasa Inggris. Mereka tidak memoderasi konten secara efektif,” jelasnya.

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Itje Chodijah mengatakan, ujaran kebencian dapat berubah menjadi lebih buruk. Namun, tidak menutup kemungkinan akan beralih menjadi lebih baik.

Baca juga : TGB Yakin Mega Tak Bisa Ditekan

“Akan lebih baik ketika kita sebelum memasuki 2024 berhasil mengedukasi masyarakat, termasuk media. Media ini ada­lah sekolah untuk masyarakat yang mampu mendidik masyarakat mencermati informasi yang benar dan salah,” tutur dia.

Dia mengatakan, pemilu sejatinya men­capai demokrasi yang dikehendaki seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini, pihaknya menggalang kerja sama untuk menuju pemilu yang sehat melalui pencegahan hate speech atau ujaran kebencian dan info yang salah.

“Berkaca pada Pemilu 2019, ujaran kebencian membuat pemilu di Indonesia terancam perpecahan di masyarakat. Karena masyarakat yang merupakan pelaku adalah kelompok yang memiliki kepentingan,” ujar Itje. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense