Sebelumnya
Hal senada disampaikan Yogi, eks buruh migran yang bekerja di Arab Saudi. Kepada Ganjar, Yogi mengaku tidak dibayar selama bekerja di Arab Saudi.
Dia juga mengaku kecelakaan dan dirawat di rumah sakit, tapi pihak perusahaan tidak mau mengurusi. "Akhirnya, saya kabur dan mencari pekerjaan baru, tapi saya tidak dibayar selama lima bulan," kenangnya.
Selain Yogi dan Siti, di tempat itu ada belasan eks buruh migran yang mengalami nasib sama. Mereka saat ini berkumpul menjadi relawan dan membantu teman-temannya yang mengalami nasib serupa. Koordinator eks butuh migran, Nining, mengatakan, saat ini pihaknya sedang menangani buruh migran asal Bali yang bermasalah di Polandia. Buruh migran itu sedang sakit dan diduga menjadi korban malpraktik. Nining mengaku sudah mencoba menghubungi pihak terkait agar si butuh migran itu bisa pulang ke Indonesia. Namun, usahanya itu belum membuahkan hasil.
Baca juga : Silahturahmi Dengan Pimpinan Ponpes Se-Cianjur, Ganjar Didoakan Jadi Presiden RI
Mendengar cerita itu, Ganjar langsung meminta nomor hanpdhone pihak keluarga yang ada di Polandia untuk mengetahui kronologi sebenarnya. Ia juga meneruskan info itu pada Gubernur Bali dan Kepala BP2MI Benny Ramdhani untuk mencari informasi itu.
"Semua Pekerja Migran yang mendapat kekerasan dan perlakuan tidak baik, mereka harus dilindungi. Negara harus hadir memberikan perlindungan," kata Ganjar.
Setelah itu, Ganjar bersilahturahmi dengan pimpinan dan pengurus Ponpes se-Kabupaten Cianjur di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittihad Cianjur. Sesampainya di lokasi, Ganjar disambut hangat para pengasuh Ponpes se-Kabupaten Cianjur. Ia merasa senang karena bisa bersilahturahmi dengan beberapa kelompok masyarakat hingga ulama yang ada di Cianjur.
Baca juga : Ganjar Dan Siti Atikoh Jalan Kaki Sambil Berbincang Dengan Petani Kebun Teh
Usai berdiskusi, Ganjar langsung diajak ke Masjid untuk melangsungkan salat Zuhur bersama. Setelah salat, Ganjar yang mengenakan pakaian berwarna putih dengan peci hitam ini, bergegas ke area terbuka di Ponpes Al-Ittihad untuk melangsungkan Salat Istisqa.
Salat Istisqa merupakan salat yang dilakukan umat Islam untuk meminta hujan kepada Allah SWT. Apalagi belakangan hujan belum mengguyur Kabupaten Cianjur dan mengakibatkan kekeringan di wilayah tersebut.
“Inilah bagian dari ikhtiar yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan terkabul,” harap Ganjar setelah mengikuti Salat Istisqa.
Baca juga : Di Hadapan Mahasiswa Baru Unpas, Ganjar Ajak Anak Muda Bersiap Hadapi Tantangan
Alhamdulillah, sekitar pukul 3 atau 4 sore, hujan turun selama kurang lebih 15 menit di sekitar Desa Tegallega. Menurut pengakuan Sandi Octa, intensitas hujan memang tak lebat. Namun, sudah cukup membasahi jalanan. Warga pun ikutan senang dan mengabadikan turunnya hujan itu, dengan merekam lewat handphone.
"Alhamdulillah, saat hujan turun saya langsung berdoa. Karena sudah lama tak turun hujan," kata Sandi.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 7/10/2023 dengan judul Ditunjukkan Saat Blusukan Di Cianjur, Ganjar Tak Berjarak Dengan Rakyat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.