RM.id Rakyat Merdeka - Gerakan mahasiswa tolak politik dinasti buntut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang batas usia Capres-Cawapres terus bermunculan. Kali ini penolakan disuarakan para mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dan mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta.
Mahasiswa UBK memasang spanduk tolak politik dinasti di sekitaran kawasan kampusnya, Menteng, Jakarta Pusat. Sementara mahasiswa Trisakti memasang spanduk di sekitaran Semanggi, Jakarta. Spanduk tersebut bertuliskan: Trisakti Kampus Reformasi Tolak Politik Dinasti.
Baca juga : Launching Kesekretariatan, JARNAS 98 Ajak Tolak Politik Fitnah
Mahesa, juru bicara mahasiswa dari kampus UKB menjelaskan, politik dinasti sangat mencederai demokrasi. “Ini merupakan tindakan yang buruk,” ucapnya, Kamis (23/11).
Dia menegaskan, mahasiswa Jakarta, khususnya UBK, sangat menolak tindakan membangun dinasti politik. Dia lalu menyinggung soal majunya Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi, yang menjadi Cawapres Prabowo Subianto, usai adanya putusan MK soal batas usia Capres-Cawapres yang diketok Anwar Usman.
Baca juga : Mahasiswa UKI dan Mpu Tantular Pasang Spanduk Tolak Politik Dinasti
Belakangan, gerakan mahasiswa yang menolak politik dinasti memang bermunculan di sejumlah daerah. Bukan hanya di Jakarta, di Yogyakarta juga sama. Mahasiswa dalam puluhan kampus menggelar mimbar demokrasi di Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta, Kamis (23/11). Mereka sepakat menolak politik dinasti dan neo Orba.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.