RM.id Rakyat Merdeka - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan, subvarian JN.1 yang merupakan turunan virus corona Omicron, memiliki risiko rendah.
Vaksin yang ada saat ini, disebut masih bisa memberikan perlindungan.
"Namun, kita perlu tetap waspada. Karena Covid dan penyakit infeksi lainnya bisa meningkat di musim dingin ini,” kata WHO dalam pernyataannya, seperti dikutip BBC, Rabu (20/12/2023).
Baca juga : KPK Terus Cari Bukti Penerimaan Suap Rafael Alun
Asal tahu saja, virus pernapasan seperti flu, respiratory synctial virus (RSV), dan pneumonia yang menyerang anak-anak dilaporkan tengah merajalela di belahan bumi utara.
WHO saat ini telah mengklasifikasikan JN.1 ke dalam kelompok variant of interest (VoI), karena dapat menyebar dengan cepat.
JN.1 kini telah ditemukan di banyak negara di seluruh dunia. Termasuk India, China, Inggris, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
Gelombang musim dingin
Baca juga : Lestari: Waspada Potensi Penyebaran Penyakit Di Masa Mudik
JN.1 menyebar dengan cepat di semua wilayah, karena diduga memiliki mutasi tambahan pada spike protein, dibanding varian asalnya: BA.2.86.
"Kita harus mewaspadai varian ini, karena dapat menyebabkan peningkatan kasus SARS-Cov-2 di tengah lonjakan infeksi infeksi virus dan bakteri lainnya. Terutama, di negara-negara yang memasuki musim dingin," demikian penilaian risiko WHO.
Memang belum cukup bukti bahwa JN.1 masih bisa diantisipasi dengan vaksin Covid yang ada saat ini. Juga belum ada bukti JN.1 lebih mengakibatkan penyakit serius, dibanding varian sebelumnya.
Perlu lebih banyak studi, untuk mengetahui suatu dampak kesehatan. Mengingat jumlah negara yang melaporkan data pasien rawat inap Covid, telah berkurang secara dramatis.
Untuk mencegah infeksi dan penyakit parah akibat Covid, WHO menyarankan masyarakat memakai masker di area yang ramai dan tertutup, menutup mulut batuk dan bersin, bersihkan tanganmu secara teratur, tetap up to date dengan vaksinasi Covid dan flu, terutama jika masuk dalam kelompok rentan.
Tinggal di rumah, jangan ke mana-mana jika sakit. Jangan segan dites, jika memang memiliki gejala.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.