BREAKING NEWS
 

Biaya Distribusi Logistik Pemilu Per TPS Di Papua

Termurah Rp 150 Juta Termahal Rp 10 Miliar

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : ABDUL SHOMAD
Kamis, 1 Februari 2024 06:45 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Steve Dumbon. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Steve Dumbon membeberkan biaya pengiriman logistik Pemilu 2024 di wilayah Papua, yaitu Rp 150 juta untuk setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Tingginya biaya pendistribusian logistik karena berbagai faktor, seperti lokasi TPS yang harus menggunakan transportasi khusus, sewa pesawat atau perahu motor yang dilanjutkan den­gan berjalan kaki,” jelas Steve dalam keterangannya, Rabu (31/1/2024).

Steve mengungkapkan, salah satu kabupaten di Papua yang alokasi anggaran untuk distribusi logistik pemilu tertinggi adalah Kabupaten Mamberamo Raya. Biayanya mencapai Rp 10 miliar.

Selain untuk carter atau sewa pesawat atau heli, kata dia, juga untuk sewa perahu motor dan harus dipikul dengan berjalan kaki selama sekitar tiga hari.

Baca juga : Di Papua, Biaya Kirim Logistik Pemilu Per TPS Tembus Rp 150 Juta

Selain itu, kata Steve, tingginya biaya distribusi, karena kerawanan daerah, medan dan cuaca. Salah satunya kepu­lauan terluar Pulau Mapia di Kabupaten Supiori. Meski hanya terdapat 1 TPS, masyarakat Pulau Mapia juga punya hak untuk memilih dalam pemilu.

“Proses distribusi logistik dapat menggunakan kapal apabila gelombang laut stabil. Sebaliknya, proses distribusi menggunakan helikopter apabila gelom­bang laut sedang tinggi. Kami sudah simulasikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Steve menilai, ting­kat kerawanan distribusi logistik di Kabupaten Keerom sudah tidak seperti pemilu 2019. Sebab, 90 persen wilayah­nya dapat dijangkau menggunakan kend­araan darat pada musim kemarau.

Adsense

“Kalau musim hujan, kita harus siap­kan dengan angkutan udara. Kami se­lalu koordinasi dengan TNI-Polri, jika kita minta bantuan angkutan udaranya,” ujarnya.

Baca juga : KPU Kena Semprot

Steve melanjutkan, beberapa distrik di Kabupaten Waropen juga perlu antisi­pasi dalam distribusi logistik. Distrik ini terletak di perbatasan Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah.

“Tapi untuk sementara belum ada hambatan, makanya kami desak terus ekspedisinya,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini posisi logistik pemilu masih berada KPU kabupaten/kota dan masih tahap pengepakan karena baru terima formulir-formulir.

Untuk pendistribusian ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), kata dia, akan menggunakan pihak ketiga.

Baca juga : Airlangga Happy, Penyerapan KUR Di Sumedang Tembus Rp 300 Miliar

“Bagi perusahaan yang ingin berkon­tribusi silakan mengajukan penawaran melalui sistem informasi logistik KPU (silog),” kata Steve.

Sebagai informasi, wilayah kerja KPU Papua meliputi sembilan kabupaten dan kota, yakni Kota dan Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Supiori, Biak Numfor, Waropen serta Kepulauan Yapen.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis 1/2/2024 dengan judul Biaya Distribusi Logistik Pemilu Per TPS Di Papua, Termurah Rp 150 Juta Termahal Rp 10 Miliar     

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense