Sebelumnya
Ketua DPP PKB Daniel Johan juga tidak pernah merasa dilobi untuk membicarakan rekonsiliasi. “Belum tau,” singkat Daniel.
Sekjen NasDem Hermawi Taslim menyatakan partainya masih sibuk mengurusi urusan internal. Belum bersedia diajak komunikasi untuk merajut masa depan partainya dengan pemerintahan setelah Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Sementara kita fokus menunggu rekap manual KPU sampai 20 Maret. Setelah itu, baru kita buka dialog dengan berbagai opsi,” jelas Hermawi.
Begitupun dengan PPP. “Saya masih kawal rekapitulasi di PPK (panitia pemilihan kecamatan). Belum sempat update isu nasional,” cetus Ketua DPP PPP Achmad Baidowi.
Sedangkan politisi PDIP Hendrawan Supratikno menegaskan posisi partainya yang tidak pernah abu-abu. “Tidak tahu. Manuver PDIP mudah ditebak karena jalur konsistensinya jelas,” tekan Hendrawan.
Terpisah, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago menilai memang sudah seharusnya kubu 02 menjajaki komunikasi dengan 01 dan 03. Sebab, kekuatan parpol pendukung Prabowo-Gibran masih kalah besar dengan kendaraan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024 bila bersatu.
Baca juga : Ahmad Tholabi Kharlie: Harus Ada Penyamaan Persepsi Antar Kementerian
“Mau nggak mau untuk memuluskan program kerja Prabowo-Gibran harus mendapat persetujuan setidaknya 50 persen kekuatan parpol di Parlemen. Makanya, 02 intens mendekati parpol pendukung 01 dan 03,” nilai Arifki Chaniago.
Di dunia maya, upaya 02 mendekati 01 dan 03 mendapat sambutan beragam dari warganet. “Saling memaafkan boleh. Kalau rangkulan, ya nanti dulu lah,” harap @TejoWak. “Biar semuanya berjalan mulus, maka semua dirangkul,” timpal @amir_coll.
Akun @shang1670 mendoakan upaya rekonsiliasi bisa tercapai. “Pak @prabowo mereka dirangkul aja @aniesbaswedan @ganjarpranowo tapi jangan diajak kerja. Entar malah merecoki. Pasti para pendukung bapak nggak setuju mereka diberi panggung,” sambar dia.
Baca juga : Maman Imanulhaq: Kami Berikan 3 Poin Catatan Untuk Kemenag
“Rekonsiliasi elite tidak selalu sama dengan maslahat untuk rakyat. Malah secara teori demokrasi, itu bisa berbahaya karena mereduksi check and balance antar-elite. Sekadar mengingatkan,” nilai @famajiid. “Negara ini butuh oposisi supaya kebijakan Pemerintah ada check and balance,” pungkas @fuadviking.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 27 Februari 2024 dengan judul Belum Sampai Ke Ketum Partai, Kubu 02 Mulai Dekati 01 Dan 03
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.