Dark/Light Mode

Agar Dikunjungi Wisatawan

Pulau Seribu Dipoles Dong

Selasa, 27 Februari 2024 06:50 WIB
Wisatawan sedang mendayung di Pulau Macan, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. (Foto: Istimewa
Wisatawan sedang mendayung di Pulau Macan, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. (Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Daya tarik Kepulauan Seribu memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong menggencarkan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Suhud Alynudin mengatakan, pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 1992 tentang Penataan dan Pengelolaan Kepu­lauan Seribu Kotamadya Jakarta Utara menjadi momentum penting bagi masa depan wisata di kawasan teluk Jakarta ini.

Menurutnya, pencabutan Per­da itu membuka peluang pem­bangunan di Kepulauan Seribu menjadi lebih produktif sejalan dengan tujuan pengembangan sektor pariwisata dan pening­katan PAD.

Baca juga : Piala Liga, Si Merah Perpanjang Rekor Juara

Karena itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta harus mengambil peran, yakni dengan berkam­panye dan memperkuat wisata khas Kepulauan Seribu. Yakni, wisata bahari, wisata sejarah dan wisata cagar alam (konservasi).

“Misalnya selain wisata laut dan pulau, di Pulau Seribu juga menjadi pusat penangkaran pe­nyu. Itu harus dikampanyekan agar dunia tahu,” kata Suhud dalam keterangannya dikutip Minggu (25/2/2024).

Kampanye berupa promosi, lanjutnya, dapat dilakukan dengan menggandeng agen per­jalanan wisata. Bahkan, menye­barkan luaskan keunikan Pulau Seribu di seluruh media sosial. Dengan begitu, ia berharap, ada anggaran untuk mempromosi­kan dan memperbaiki sarana dan prasarana di wilayah tersebut.

Baca juga : Laga Basket NBA, Pacers Hentikan Mavericks

“Kita harus memberi perhatian khusus pada potensi wisata di Kepulauan Seribu, melalui peningkatan anggaran dan inovasi dalam memperkenalkan wisata Kepulauan Seribu,” ujarnya.

Selain itu, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Suhud meminta, akses menuju Pulau Seribu dipermudah dan diperbanyak. “Memperbanyak dan meningkatkan layanan trans­portasi ke Pulau Seribu itu paling penting,” kata Suhud.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, kedatangan wisatawan man­canegara (wisman) mengalami tren positif pada awal semester kedua Tahun 2023. Kedatangan wisman ke Jakarta sepanjang Juli 2023 meningkat menjadi 71,75 persen dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2022.

Baca juga : Proyek Dipecah Empat,Telan Biaya Rp 121 Miliar

Data BPS juga mencatat per­tumbuhan wisman dari tahun ke tahun. Pada 2020, jumlah kunjungan wisman mencapai 435.888 kunjungan. Angka ini sempat menurun pada 2021 menjadi 119.362 kunjungan. Lalu naik signifikan pada 2022 menjadi 935.182 kunjungan.

Sedangkan Dinas Parekraf DKI mencatat, PAD sektor pari­wisata pada tahun 2022 mengalami peningkatan pendapatan, jika dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 3,1 triliun menjadi Rp 5,2 triliun. Pendapatan itu terdiri dari pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.