RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah kiai khos Nahdlatul Ulama (NU) menjadi pendukung Cawapres nomor urut 03 Mahfud MD dalam Pilpres 2024. Para kiai ini memberi pesan kepada Mahfud agar terus memperjuangkan hasil kontestasi demokrasi lima tahunan ini.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Silo, Jember, KH. Muqiet Arief meminta Mahfud MD tak perlu risau apapun hasilnya. Para kiai dan santri, tetap menaruh hormat dan bangga.
"Pak Mahfud tetap sehat. Kami di lapangan dan pedesaan yang mendukung Pak Mahfud, tetap bangga. Karena walaupun kalah, kami melihat sendiri proses yang berlangsung di lapangan," kata Kiai Muqiet ditemui di Jember, Jawa Timur.
Rasanya, dalam proses menjadi Cawapres, kata dia, Mahfud tidak mengejar jabatan. Melainkan punya tujuan mulia yakni memperbaiki penegakan hukum.
"Kami tetap berharap, Pak Mahfud tetap gigih, jadi bapak bangsa untuk menegakkan hukum. Semoga ada hikmah besar bagi Pak Mahfud, bagi kami, dan bagi bangsa ini," tuturnya.
Baca juga : Ini Pesan Kiai Afifuddin Untuk Mahfud: Terus Berjuang Jadi Guru Bangsa
Dia menyampaikan, jika Mahfud diminta bergabung dalam kabinet, saat ini, dia dan para santri pendukung, keberatan. Karena dia menilai, Mahfud akan bergabung dengan orang-orang yang bermasalah.
"Bagaimana akan membereskan masalah, kalau di internal penuh masalah. Tetapi kami serahkan semua ke Pak Mahfud. Tetap dan terus berjuang, bermanfaat bagi bangsa dan negeri ini," pintanya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Nurul Qarnain, Jember, KH. Yazid Karimullah meminta Mahfud tidak boleh putus asa.
"Allah yang akan membuka pintu keadilan. Pak Mahfud jangan kepikiran punya utang ke para kiai. Kami, saya ini, yang punya utang untuk mengantarkan Pak Mahfud selalu beramar maruf dalam Pemerintahan. Karena beliau sosok yang dicari salahnya tak ketemu," ungkap Kiai Yazid.
Dia menyakini, Mahfud masih dibutuhkan bangsa ini agar menjadi negara yang makmur dan sejahtera.
Baca juga : Dibeberkan Jaksa, Aliran Uang SYL Untuk Istri, Umrah, Partai, Hingga Kurban
"Karena kasihan umat, karena kalau hukum tidak jalan, tidak akan ada perbaikan. Kami para kiai, santri pendukung Pak Mahfud, tidak akan pernah putus asa," katanya.
Namun demikian, jika diminta bergabung ke Pemerintahan, dia menganjurkan Mahfud untuk berpikir ulang dan meminta petunjuk Tuhan.
"Kalau diminta gabung, saya tidak setuju. Itu diapusi seperti anak-anak. Supaya jangan nangis dikasih permen. Karena saya yakin Pak Mahfud tidak gila hormat dan jabatan. Tunggu saja keputusan Allah. Terus musyawarah dan istikharah bersama. Semoga Allah menyelamatkan Pak Mahfud," pungkasnya.
Diketahui saat ini, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Capres-Cawapres nomor urut 03 Ganjar-Mahfud tengah menempuh jalur politik dan hukum untuk mengungkap dugaan kecurangan Pemilu 2024. Jalur politik lewat hak angket DPR, dan jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK).
Sementara itu, orang dekat Mahfud, Imam Marsudi dan Mabroer Masmuh yang sowan akan menyampaikan pesan yang menjadi penyemangat Mahfud ini.
Baca juga : AS Dan Hamas Kompak Mau Palestina Lebih Baik
"Beliau Kiai Muqiet orang yang pernah menyampaikan kalau Pak Mahmud bersedia jadi Cawapres, beliau tak perlu isikharah karena sudah sangat mantap. Terima kasih atas dukungannya," kata Staf Khusus Mahfud MD, Imam Marsudi.
"Beliau Kiai Yazid Nurul Qornain, juga salah satu kiai yang paling awal mendukung Pak Mahfud sebagai Cawapres. Kiai Yazid tangguh mengkampanyekan Mahfud. Bukan hanya di Jember, bahkan sampai ke Bali menemui para alumni. Sekali lagi terima kasih kepada para kiai dan pendukung," tutur Imam.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.