RM.id Rakyat Merdeka - Koalisi partai di Pilpres belum tentu bisa diterapkan dalam Pilkada Jakarta yang akan digelar November ini. Soalnya, masing-masing partai memainkan politik zigzag. Koalisi Indonesia Maju (KIM)--yang disebut-sebut akan mengusung Ridwan Kamil--mulai menggoda PKS yang di Pilpres lalu ada di Koalisi Perubahan. Sedangkan PDIP dikabarkan mulai melirik Anies Baswedan yang selama ini selalu jadi lawan tandingnya baik di Pilpres atau Pilkada.
Sejauh ini, baru ada dua nama yang diprediksi bakal bertarung di Pilkada Jakarta. Yakni eks Gubernur Jakarta yang juga mantan capres Anies Baswedan dan eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil.
Kang Emil bakal maju lewat gabungan parpol yang tergabung dalam KIM; Golkar, Gerindra, Demokrat dan PAN. Sedangkan Anies yang disebut bakal maju lewat Koalisi Perubahan, saat ini baru PKB yang memberikan dukungan.
Dua parpol lain di Koalisi Perubahan, yakni NasDem dan PKS masih belum terang-terangan bakal mengusung Anies. Sebaliknya, PDIP yang belakangan ini makin intens membangun komunikasi dengan Anies.
Baca juga : Prabowo Hati-hati Kelola Utang Negara
Presiden PKS Ahmad Syaikhu justru memberikan kabar yang mengejutkan. Menurut Syaikhu, partainya sedang dilobi Gerindra cs untuk bergabung mengusung Kang Emil.
Agar PKS ikut bersama KIM, Syaikhu mengungkapkan, partainya diberi tawaran yang menarik. KIM memberikan jatah kursi cawagub untuk pendamping Emil kepada PKS.
“Ada (tawaran) itu, makanya sedang kita coba, analisis, kita kaji mana kira-kira yang nanti paling masuk akal,” aku Syaikhu, di Kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta, Selasa (18/6/2024).
Akan tetapi, terkait siapa nanti sosok yang akan didukung PKS, Syaikhu menyatakan masih belum final. Dia menyebut masih harus berkomunikasi dengan partai lain.
Baca juga : Triliunan Duit Judol Ngalir Ke 20 Negara
“Kita hari-hari ini terus berkomunikasi siapa yang akan mengusung bersama-sama Pak Anies Rasyid Baswedan dengan partai yang lain. Oleh karena itu, komunikasi dengan partai lain ini belum pada sasaran yang final,” ungkapnya.
Komunikasi politik, kata dia, terus dilakukan dengan banyak partai. Bukan hanya dengan KIM. Terlebih, komunikasi intens terus dilakukan kepada koalisinya di Pilpres 2024.
“Cuma belum dalam tahapan final ini dengan ini, belum. Masih dalam proses dan kita masih kaji dan analisis mana yang terbaik untuk ke depan,” jelas mantan Wakil Wali Kota Bekasi itu.
Namun, kata Syaikhu, sebagai partai dengan peraih suara terbanyak di Jakarta, PKS tentu memasang target besar. Setidaknya untuk Pilgub Jakarta, PKS mininal mendapatkan posisi cawagub.
Baca juga : Lawan Dolar Amerika, Rupiah Masih Loyo
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nurwahid justru berbicara soal peluang koalisi dengan PDIP. Meskipun selama ini selalu berseberangan dengan PDIP, kata dia, PKS terbuka untuk berkoalisi di Pilkada Jakarta.
“Dengan PKB yang disebut minyak dengan air, ternyata kita bisa (koalisi). Bahkan dengan PDIP pun kita sudah berapa kali koalisi dalam Pilgub dan juga dalam Pilkada,” kata Hidayat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.