RM.id Rakyat Merdeka - Perbedaan gagasan tentang konsep pendidikan yang ditawarkan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jakarta, menarik pegiat dunia maya. Gagasan sekolah swasta gratis di Jakarta membuat sikap netizen terbelah.
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jakarta Rano Karno menyatakan, paslon Pramono Anung-Rano Karno (Mas Pram-Bang Doel), siap menjamin kelangsungan pendidikan peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri. Caranya, memberi beasiswa pendidikan ke sekolah swasta.
Menurutnya, anak-anak yang bersekolah di swasta akan mendapat dukungan finansial pendidikan, karena daya tampung sekolah negeri memiliki keterbatasan.
“Itu beasiswa dari Pemerintah Daerah (Pemda). Itu sistemnya,” ujar Rano di Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Baca juga : Tambang Migas Sukses Bikin Rakyat Sejahtera
Bang Doel menegaskan, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta sangat cukup untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak yang harus bersekolah di swasta. Gagasan tersebut cukup realistis diterapkan.
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, Pemda memiliki tanggung jawab menjamin kelangsungan pendidikan seluruh peserta didik, sesuai perintah UUD 1945. Karenanya, pemimpin di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta harus memberi solusi di tengah terbatasnya daya tampung sekolah negeri.
Lebih lanjut, Rano juga memberikan penjelasan tentang solusi dan dagasan yang ditawarkan pihaknya. Misalnya, ada sebanyak 10 ribu lulusan SD di Jakarta. Namun, daya tampung SMP di Jakarta hanya 8.000 siswa.
“Nah, sisanya, 2.000 siswa itu ke mana? Itu lah yang nanti kita bagi ke swasta, dan menjadi biaya Pemda. Itu boleh kan? Pemda mengambil peran, memberi beasiswa kepada anak-anak yang masuk ke sekolah swasta, agar orang tua tidak terbebani,” imbuhnya.
Baca juga : RI Makin Dekat Jadi Pusat Industri Halal
Tak mau kalah, Calon Gubernur (Cagub) Jakarta Ridwan Kamil berjanji, sekolah swasta bisa diakses secara gratis oleh warga Jakarta, tapi yang masuk kategori prasejahtera.
Menurutnya, seluruh masyarakat prasejahtera di Jakarta akan dibebaskan memilih untuk masuk negeri atau swasta.
Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) itu menyatakan, seluruh program di bidang pendidikan yang dirancanganya, bertujuan menciptakan generasi muda Jakarta yang cerdas, berkarakter dan siap bersaing di era global.
Sebab itu, pihaknya akan membuat akses pendidikan yang merata, inovasi pengajaran, serta tata kelola yang transparan dan berkeadilan.
Baca juga : Siap-siap, Warga Latihan Hadapi Gempa Dan Tsunami
“Buat keluarga prasejahtera, itu gratis. Tidak hanya di negeri, tapi di swasta. Swastanya yang masuk dalam jangkauan Pemerintah Provinsi Jakarta ya,” ujarnya.
Terpisah, pengamat pendidikan Ina Liem menilai, perang gagasan soal sekolah swasta gratis patut diapresiasi. Sebab, poin penting dari gagasan itu adalah upaya mengatasi keterbatasan kursi di sekolah negeri.
“Tentunya gagasan seperti itu, perlu kita sambut baik. Gagasan akan menjadi solusi atas keterbatasan jumlah kursi di sekolah negeri,” ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.