RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menantang dua pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jateng Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen untuk debat terbuka dan adu gagasan di kampus tersebut dengan disaksikan ribuan mahasiswa.
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbesar di Jateng, Undip siap menyambut Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen yang akan berlaga di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng. Undip siap memfasilitasi kedua paslon itu bila ingin kampanye kepada masyarakat kampus.
“Bila beliau-beliau berkenan hadir di Kampus (Undip), tentu kami akan menyambutnya dengan suka cita,” kata Rektor Undip Semarang, Suharnomo dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).
Kampanye di lingkungan kampus merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 65/PUU-XXI/2023. Ketentuan tersebut memperbolehkan kampanye di tempat pendidikan.
Undip, kata Suharnomo, ingin berperan lebih banyak untuk mencari dan menyeleksi calon pemimpin terbaik di Jateng. Sehingga, kata dia, mahasiswa dan masyarakat bisa mengetahui visi dan misi para paslon Cagub-cawagub Jawa Tengah.
Baca juga : Pemerintah Kirimkan Bantuan Ke 4 Negara
“Biar tidak memilih kucing dalam karunglah, istilahnya,” katanya.
Menurut dia, kampus menjadi tempat yang sangat tepat bagikedua paslon untuk menyampaikan visi dan misinya secara langsung kepada para mahasiswa. Apalagi, kata dia, Jateng masih memiliki segudang permasalahan yang banyak dan belum terselesaikan.
“Kampus ini jadi tempat yang sangat fair dan netral untuk menyampaikan pokok-pokok pemikiran,” tegasnya.
Namun, Suharnomo mengingatkan,saat berkampanye di Undip acaranya hanya diskusi. Para paslon dan tim paslon, kata dia, tidak boleh membawa dan memasang atribut partai dan sebagainya di lingkungan kampus.
“Ketentuan ini telah tertera dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek),” ujarnya.
Baca juga : Kalau Anggarannya Terbatas Kekuatannya Akan Terbatas
Suharnomo berharap, Andika-Hendi dan Luthfi-Yasin berani menerima tantangan untuk debat dan adu gagasan dari dosen maupun mahasiswa. Khususnya, dosen dan mahasiswa Undip.
Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Handi Tri Ujiono mempersilakan dua paslon Cagub-Cawagub Jawa Tengah berkampanye di perguruan tinggi. Asalkan, kata dia, tetap mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku.
“Kampanye hanya boleh berlangsung di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, serta mendapat izin dari pengelola kampus,” ujar Handi dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).
Syarat lainnya, tambah Handi, paslon dan tim tidak boleh membawa atribut kampanye kedalam lingkungan kampus yang ditempati untuk acara itu. Atribut kampanye yang dimaksud, kata dia, merupakan alat atau perlengkapan yang memuat materi kampanye paslon.
“Kampanye di perguruan tinggi juga dilaksanakan dengan tidak mengganggu fungsi dan peruntukannya, serta tidak melibatkan anak,” sambungnya
Baca juga : Kalau Tak Ada Penundaan Lagi, ASN Pindah Ke IKN Mulai Januari 2025
Sebetulnya, kata Handi, kampanye di instansi pendidikan dilarang. Namun, aturan ini dikecualikan untuk perguruan tinggi dengan sejumlah persyaratan.
Handi mengimbau pihak perguruan tinggi agar berlaku adil bagi semua paslon yang mengajukan izin kampanye. Sebab, kata dia, KPU hanya menerima surat pemberitahuan dari paslon terkait kegiatan kampanye itu.
“Sejauh ini, kami belum menerima surat tembusan kampanye di kampus, baik dari paslon Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.