RM.id Rakyat Merdeka - Pasangan Nasrul Ulum-Eki Baihaki diragukan bisa mengalahkan pasangan calon (paslon) petahana Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa di Pemilihan Bupati (Pilbup) Serang 2020. Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, petahana Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa tetap memiliki kans besar untuk kembali menang Pilkada 2020.
“Petahana (Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa) masih kuat dan peluangnya masih cukup besar,” kata Pangi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Paruntu-Sehan Jadi Ancaman Bagi Petahana Dondokambey
Menurut Pangi, pasangan Nasrul Ulum-Eki Baihaki harus memiliki kekuatan besar dan memiliki kemampuan untuk menarik simpati pemilih di Serang. “Harus memiliki strategi jitu. Kalau tidak, hanya segitu saja, dan mudah dikalahkan. Wong yang dilawan adalah raksasa dari Banten,” ujarnya.
Pemilih di Kabupaten Serang, lanjut Pangi, saat ini diperkirakan banyak mendukung petahana, sehingga sulit ditumbangkan. “Kekuatan petahana sangat mengakar, apalagi petahana merupakan bagian dari kekuatan dinasti Banten,” tuturnya.
Baca juga : Tumpang Sari Cabe-Jagung Bikin Untung Petani
Pengamat politik Untirta Leo Agustino menyarankan pasangan Nasrul Ulum-Eki Baihaki bekerja keras tanpa henti, jika memang mau menumbangkan kekuatan petahana di Serang. Menurut Leo, Kabupaten Serang adalah daerah tradisional Golkar dan itu menjadi modal besar bagi petahana yang diusung Golkar guna mendulang suara. “Meski Gerindra punya suara besar di Banten, tapi belum tentu mendapat suara besar. Sebab, pilkada lebih memilih person, bukan organisasi politik,” jelasnya.
Leo menyebut, ada beberapa prediksi petahana masih tetap kuat. Selain sumber daya yang dapat gunakan petahana, relawan dan partai jauh lebih siap dibandingkan penantang. Selain itu, adanya kecendrungan para pemilih memilih petahana lebih besar lantaran mereka tahu dan telah merasakan kerja-kerja petahana.
Baca juga : Penerbangan Naik, Lion Air Pekerjakan Lagi 2.600 Karyawan Kontraknya
“Tanpa meremehkan penantang, petahana masih punya kekuatan besar untuk menang. Tapi bukan berarti penantang tidak bisa menang ya,” jelasnya.
Tapi, Leo berpendapat, dengan adanya dua calon akan hadir di Pilkada Serang, apapun semua bisa terjadi. Dengan kekuatan ada, semua tergantung dari strategi penantang. “Saya melihat pencalonan penantang bukan tanpa latar belakang dan pemilihan pasangan sudah dengan perhitungan. Tapi memang, kans Nasrul-Eki tidak sebesar petahana, jadi memang tergantung strategi mereka. Kalau mereka menyiapkan secara jitu, apalagi model kampanye pilkada saat ini akan berbeda dengan sebelumnya, boleh jadi akan ada perlawanan juga,” pungkasnya. [EDY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.