Sebelumnya
Saat kebutuhan hidup semakin banyak dan harga barang-barang kebutuhan pokok terus naik, penghasilan mereka masih segitu-gitu aja. Jangankan untuk membeli kebutuhan sekunder dan tersier, untuk memenuhi kebutuhan primer saja, mereka kesulitan.
Kesejahteraan mereka jemplang dibanding dengan profesi lain. Jangankan dengan pegawai kantoran, dengan buruh pabrik saja kalah. Saat ini, mayoritas buruh pabrik sudah bergaji UMR, bahkan banyak yang lebih, tergantung dengan masa kerja dan prestasi mereka.
Baca juga : Siap Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Dengan kondisi ini, wajar jika ada guru honorer dan guru swasta yang cemburu. Sebab, penghasilan yang mereka peroleh tidak sebanding dengan perjuangan yang mereka lakukan. Sedangkan untuk pekerjaan lain, yang nilainya mungkin tak sebesar guru, bergaji lebih besar.
Untuk itu, di momen Hari Guru Nasional ini, perhatian kita kepada guru harus lebih ditingkatkan. Utamanya Pemerintah. Jika guru honorer yang ada tidak semuanya bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maka honor untuk mereka harus ditingkatkan. Honor untuk mereka harus lebih manusiawi.
Baca juga : Bergandengan Tangan Untuk Cianjur
Negara tidak akan kekurangan anggaran untuk menaikkan gaji mereka. Apalagi, anggaran untuk pendidikan sudah ditetapkan sebesar 20 persen dari APBN. Angka tersebut sangat besar, dan sangat cukup untuk menaikkan gaji guru honorer. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.