Sebelumnya
Sekarang, malaria masih menjadi penyakit mematikan, terutama di sebagian negara Afrika. Sekitar 600 ribu orang meninggal akibat malaria. Terbanyak di benua Afrika.
Artinya, meski secara nasional status Covid-19 sudah menurun dari pandemi menjadi endemi, bukan berarti Covid-19 menghilang. Apalagi kerentanan setiap orang dan komunitas, berbeda-beda.
Covid-19 tidak peduli manusia mau memberikan status apa terhadapnya. Endemi, pandemi, atau apa pun, dia tetap penyakit yang bisa menyerang, terutama kelompok tertentu.
Baca juga : Korupsi Di Lorong Gelap
Siapa kelompok tersebut? Terutama komunitas yang kurang memiliki akses ke pengetesan, perawatan kesehatan serta rakyat kurang mampu.
Di sinilah pentingnya “politik kesehatan” yang tepat untuk semua kelompok masyarakat. Ini terkait keberpihakan. Juga menyangkut selektivitas dan kehati-hatian penggunaan APBN yang sekarang tidak lagi terlalu terbebani oleh Covid-19.
Jangan misalnya, setelah status Covid-19 menjadi endemi, dan rakyat harus berobat secara mandiri, tapi politik anggaran seolah-olah masih menghadapi darurat pandemi. Ini perlu diperhatikan benar.
Baca juga : Argentina, Ini Indonesia!
Kita berharap, penurunan status pandemi menjadi endemi menjadikan rakyat semakin sehat. Termasuk ekonominya.
Negara juga semakin sehat. Ekonominya. Apalagi Covid-19 sempat membuat perekonomian negara goyah. Termasuk bertambahnya utang.
Kalau rakyatnya sehat, negara juga sehat, bangsa ini bisa berlari lebih cepat dan lebih kuat.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.