BREAKING NEWS
 

2 Plus 1 Berantas Korupsi 

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Selasa, 2 Juli 2024 06:37 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Pimpinan KPK secara jujur mengaku telah gagal memberantas korupsi. Pengakuan tersebut disampaikan saat rapat bersama DPR, di Senayan, kemarin.

KPK yang kian lemah ini menjadi PR penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran lima tahun ke depan.

Prabowo pernah menyampaikan, akan memimpin pemberantasan korupsi. Artinya, dengan kekuasaan di tangan, Prabowo akan berada di depan. Menjadi imam. Jadi panglima.

Caranya, kata Prabowo, lewat pendekatan sistemik, memperbaiki sistem, antara lain dengan memperkuat lembaga KPK. Itu yang pertama. Yang kedua, dengan kemauan politik yang kuat.

Tekad tersebut disampaikan Prabowo dalam acara PAKU Integritas di Gedung KPK, Rabu (17/1/2024). Acara tersebut dihadiri seluruh capres dan cawapres.

Baca juga : Payung Eksekutor

Sebagai pemenang Pilpres, Prabowo-Gibran akan menjadi titik sentral pemberantasan korupsi. Janji tersebut tentu saja akan menjadi “lembaran negara” yang harus ditunaikan.

Saat ini, KPK sedang menunggu lima orang pimpinan yang baru, pengganti Pamolango cs. Panitia seleksi (Pansel) pimpinan KPK sedang bekerja. Mereka akan memilih lima pimpinan KPK periode 2024-2029.

Kinerja pansel serta siapa yang akan dipilih sebagai pimpinan KPK, akan mempengaruhi wajah serta kinerja pemberantasan korupsi lima tahun ke depan. Wajah dan kinerja KPK tersebut akan berdampak terhadap kepuasan dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Adsense

Investor asing juga akan menjadikan indeks pemberantasan korupsi di Indonesia sebagai acuan. Saat ini, indeks Indonesia masih rendah dan mengkhawatirkan.

Political will atau kemauan politik yang ditekadkan Prabowo, juga perlu dikonkretkan secara jelas dan tegas. Bukan tambal sulam, apalagi basa-basi politik.

Baca juga : Pilkada, PHK Dan Reshuffle

Kita yakin Prabowo bisa melakukan itu. Karena, sejak pertama kali menjadi cawapres pada Pilpres 2009, Prabowo sangat mengkhawatirkan kebocoran anggaran negara.

Karena tekadnya yang kuat melawan kebocoran APBN, oleh lawan politiknya, Prabowo diplesetkan menjadi “Prabocor”. Inilah saatnya momen pembuktian.

Selain dua cara yang disampaikan Prabowo, keyakinan rakyat bertambah kuat karena satu alasan lagi: “wasiat” ayah.

Orangtua Prabowo, begawan ekonomi yang sangat dihormati, Soemitro Djojohadikoesoemo, juga menjadi orang yang sangat merisaukan bocornya anggaran negara.

Pernyataan dan warning-nya bahwa APBN mengalami kebocoran sampai 30 persen di era Orde Baru, sampai sekarang menjadi memori kolektif bangsa ini. Pernyataan legend tersebut masih terus dikutip dan diingat sampai sekarang.

Baca juga : Izin Dan Keteladanan

Karena itu, kita berharap, sembari menanam benih keyakinan, Prabowo akan memenuhi janjinya untuk memimpin pemberantasan korupsi dengan kemauan serta langkah dan kebijakan politik yang kuat.

Pernyataan Soemitro Djojohadikoesoemo puluhan tahun lalu tentu saja menjadi wasiat serta amanat penting yang bisa menjadi pegangan Prabowo dalam memberantas korupsi dan meminimalisir kebocoran APBN. Warning dan kekhawatiran orangtua perlu dituntaskan.

Inilah momen yang tepat. Rakyat selalu menunggu pembuktiannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense