BREAKING NEWS
 

Bukan Menteri “Coba-coba”

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Selasa, 10 September 2024 06:37 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintahan Prabowo-Gibran akan membentuk zaken kabinet. Profil kabinet tersebut disampaikan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang merupakan orang dekat Prabowo.

Zaken kabinet akan beranggotakan para ahli di bidangnya masing-masing. Bukan orang parpol. Itu idealnya. Misalnya, untuk mengurus pendidikan, menterinya harus ahli di bidang pendidikan. Bukan yang “learning by doing”. 

Demikian pula Kementerian lainnya. Pertanian, Kesehatan, Keuangan, Informatika, dan sebagainya. Harus benar-benar ahli. Sehingga, tidak ada dalih, bahwa menteri yang diangkat akan bisa mempelajari bidangnya dengan cepat, walau dia bukan ahli.

Zaken kabinet tidak akan menjadikan ahli penerbangan misalnya, untuk mengurus perikanan.  Tidak ada kompromi seperti itu. Tidak ada menteri yang “salah kamar”.

Baca juga : Gadai Surat Dan 919 Triliun

Bahkan, zaken kabinet yang murni dan tegas juga tidak mengenal “orang parpol yang ahli”. Karena, di situ yang dikedepankan “orang parpolnya”. Bukan ahlinya.

Juga tidak ada dalih atau pembenar, misalnya, “menterinya bisa belajar sambil jalan”. Atau menteri tersebut tak perlu pintar dan menguasai bidangnya karena mereka tidak bekerja di tataran teknis. 

Adsense

Bukankah akan ideal kalau menterinya juga mengetahui teknis sampai sedetil-detilnya? Sehingga akan sangat nyambung dengan persoalan teknis yang dikerjakan para stafnya.

Indonesia pernah memiliki zaken kabinet antara lain di era Kabinet Djuanda, Kabinet Natsir serta Kabinet Wilopo di era 50-an. Anggota kabinetnya berisikan para ahli di bidangnya. Bukan orang parpol.

Baca juga : “Tamparan” Kesederhanaan

Menarik ditunggu postur, profil, komposisi serta warna kabinet mendatang. Apakah benar-benar akan menjadi zaken kabinet yang diisi para ahli atau akan kompromis dengan parpol.

Parpol akan sangat menentukan. Karena, saringan awalnya tentu dari parpol. Mereka akan mengusulkan calon menteri. Karena itu, parpol serta tim pendukung lainnya, mestinya tidak merepotkan Presiden Prabowo dalam memutuskan calon menterinya.

Jangan sampai menteri yang diusulkan parpol lebih didasarkan kepada kepentingan parpol atau sekelompok elit parpol, bukan kepentingan pemerintahan. Jangan korbankan rakyat demi memenuhi kebutuhan parpol.

Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang mendapat kemewahan waktu yang panjang untuk menyeleksi dan membentuk kabinet, kita harapkan tidak salah pilih. Bukan pula “coba-coba” dengan dalih si menteri bisa belajar sambil jalan.

Baca juga : Anti Korupsi, Lebih Galak?

Kalau jalannya benar, cepat dan fokus, tentu tidak terlalu bermasalah. Tapi kalau jalannya lamban dan salah serta belok kemana-mana, bukan hanya sang menteri atau pemerintah yang tersesat dan lamban, 275 juta rakyat bisa jadi korbannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense