RM.id Rakyat Merdeka - Selama lima tahun ke depan, apakah KPK akan bergerak ekstra cepat dan efektif dengan integritas yang membaik?
Kalau melihat gesitnya gerakan KPK di bawah pimpinan Setyo Budiyanto, harapan itu ada. Baru delapan hari dilantik, Setyo cs sudah menetapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka terkait kasus Harun Masiku.
Kasus yang sudah “mengendap” sekitar empat tahun, di tangan pimpinan KPK yang baru langsung satset, walau disertai pro kontra. Selanjutnya, apakah kasus-kasus lainnya, yang cukup banyak di KPK, bisa ditangani secepat dan segesit ini? Apakah KPK akan tebang pilih, apakah KPK akan independent dan “bertaji”?
Ini perlu pembuktian. Jangan sampai KPK terkesan galak di awal, tapi di tengah-tengah, selama tiga empat tahun, biasa-biasa saja, lalu menjelang akhir, mendekati Pemilu 2029, kembali aktif dan gesit lagi. Jangan sampai seperti itu.
Baca juga : 2025, Bukan Sekadar Heboh
KPK membutuhkan stamina yang konsisten serta independensi yang terjaga baik. Tidak bisa di-remote. KPK perlu meliki keberanian terhadap siapa pun sehingga bisa menumbuhkan kem bali kepercayaan publik yang sempat tergerus.
Di sinilah peran sangat penting bisa dimainkan Presiden Prabowo. Kita sangat berharap Presiden melakukan langkahlangkah extra ordinary dalam memberantas korupsi.
Presiden sudah memberikan banyak pernyataan dalam berbagai kesempatan yang mencerminkan tekad kuatnya untuk memberantas korupsi.
“Pesan dan tekad” ini harus sampai ke bawah serta bisa berjalan baik dan berkelanjutan. Karena, pemberantasan korupsi adalah perjuangan semesta yang membutuhkan pergerakan semua organ secara koordinatif dan konsisten. Bukan hanya kepala, tapi sampai ke jari jari kaki.
Baca juga : Pilkada Selesai, Bagaimana Selanjutnya?
Bukan hanya korupsi ratusan triliunan rupiah, tapi juga pungli berlabel “uang kopi, uang rokok, uang dengar” dan sejenisnya.
Presiden perlu memastikan semua nya berjalan di semua lembaga. Pusat maupun daerah. Jangan sampai pemberantasan korupsi hanya mencuat beberapa minggu, lalu hilang begitu saja, tanpa melahirkan perbaikan sistem secara menyeluruh.
Ambil contoh kasus yang sangat heboh dan masih segar dalam ingatan kita, yakni kasus mantan pejabat Mahkamah Agung, ZR.
Dia ditangkap Oktober 2024 lalu karena diduga terlibat makelar kasus di lembaga peradilan. Dari ZR disita uang sangat fantastis, hampir satu triliun rupiah serta emas sekitar 51 kilogram.
Baca juga : 20 Tahun Untuk Quantum Leap
Setelah kasus ini menghebohkan publik, apakah ada perbaikan sistem secara serius dan menyeluruh? Apakah ada pembenahan lembaga peradilan dan lembaga-lembaga hukum? Ataukah kasus ini dilokalisir hanya sebatas “oknum”?
Di sinilah kita menggantungkan harapan kepada KPK sebagai salah satu harapan publik. KPK harus terus menjaga konsistensinya. Menjadi motor yang “bandel” dan stabil. Bukan hanya satset dan galak di awal-awal saja.
KPK perlu berlari marathon selama lima tahun ke depan. Dan di ujungnya nanti, bisa berakhir dengan baik, kemudian dikalungi medali emas. Rakyat pasti akan bertepuk tangan, sangat menghargai dan mengenangnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.