BREAKING NEWS
 

“Langkah Kanan” Jangan Diganggu

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Kamis, 22 Mei 2025 06:30 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Kader Gerindra Teriak “2 Periode”. Prabowo: Tolong Jangan Sebut-sebut Seperti Itu...,” demikian judul headline Rakyat Merdeka, Minggu (18/5/25). 

Beberapa pemilu terakhir, atmosfer Indonesia memang diwarnai oleh politik pemilu yang belum waktunya. Terlalu dini. Prematur. Bahkan cenderung mencemari atmosfer publik. 

Dampaknya, sektor ekonomi, hukum, dan sebagainya, cenderung terabaikan. Fokusnya: pemilu harus dimenangkan. 

Karena itu, warning Presiden Prabowo tersebut layak diapresiasi. Kalau ada yang punya aspirasi seperti itu, “simpan di dalam hati saja,” pinta Prabowo yang Ketua Umum Gerindra.

Baca juga : Memburu Warisan Tak Ternilai

Durasi kepemimpinan lima tahun, sebenarnya juga tidak sepenuhnya bisa “utuh” lima tahun. Karena, sesuai UU Pemilu, tahapan pemilu sudah dimulai 20 bulan sebelum hari pencoblosan. 

Tahapan Pemilu 2024 misalnya, dimulai pada 14 Juni 2022. Sedangkan hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024. 

Durasi yang relatif singkat tersebut, jangan dikurangkurangi lagi. Pemilu 2029 misalnya, bisa dimulai pada 2027. Se kitar dua tahun lagi. Tidak terlalu lama. 

Adsense

“Saya mau koreksi kader-kader muda. Saya mau koreksi saudara-saudara. Please, tolong, jangan sebut sebut seperti itu (2 periode),” pinta Prabowo dengan nada memohon.

Baca juga : Menunggu Hasil “Garda Terdepan”

Permintaan Presiden perlu dipahami dan diikuti oleh semua elemen politik. Karena, kalau dari sekarang sudah fokus Pemilu 2029, akan tercipta polarisasi yang terlalu dini. Bukan hanya di kalangan masyarakat, ASN di seluruh Indonesia pun bisa tertular. 

Kondisi ini tidak sehat bagi Indonesia yang pernah cukup lama tersandera oleh polarisasi politik yang tajam. Polarisasi yang melahirkan kubu “kawan” dan “lawan”. “Kita dan “mereka” atau “orang kita” dan “bukan orang kita”. 

Kalau ini terjadi, sungguh ironis. Karena, baru enam bulan bangsa ini mendengar imbauan dan ajakan supaya kembali bersatu membangun bangsa, setelah pemilu yang berlangsung panas. 

Jangan sampai semangat itu berantakan karena terlalu cepat memikirkan Pemilu 2029. Apalagi saat ini banyak persoalan yang baru mulai dicoba untuk diurai dan dicari jalan keluarnya. Bahkan, ada pejabat yang masih dalam proses adaptasi. 

Baca juga : AS-China Mereda, Selanjutnya…?

Kita berharap, “langkah kanan” dan momentum yang baru dimulai tersebut bi sa berjalan baik dan benar serta konsisten. Tanpa diganggu oleh Pemilu 2029.

Pemberantasan korupsi misalnya, sekarang tampaknya mulai digenjot. Kalau terlalu fokus pada politik praktis Pemilu 2029, masalah-masalah penting akan menjadi kabur bahkan terabaikan. 

Sedangkan kita tahu, masalahnya bukan hanya korupsi. Masih banyak masalah yang sangat disayangkan kalau diserobot oleh politik praktis 2029. 

Saat-saat ini, di tengah ketidakpastian global dan tantangan yang kian berat, atmosfer Indonesia perlu diselubungi dan didominasi oleh politik kebangsaan yang sehat. Itu perlu diorkestrasi dengan baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense