RM.id Rakyat Merdeka - Kalau saja Muhammadiyah, NU dan PGRI tidak mundur, Program Organisasi Penggerak Kemendikbud, tidak terekspos. Kalau saja Polri menutup-nutupi ada jenderalnya yang diduga “membantu” buronan Djoko Tjandra, kasus ini juga tak akan ramai. Kalau saja Kartu Pra Kerja tak dipersoalkan, program ini akan berjalan mulus tanpa evaluasi dan pengawasan publik. Kalau saja politisi PDIP Adian Napitupulu tidak membuka isu calon titipan di jajaran Kementerian BUMN, wacana ini akan biasa-biasa saja. Wajar. Seperti biasa saja.
Itu baru beberapa kasus dan program. Berapa banyak kasus atau program lain yang tidak terendus. Melibatkan anggaran negara atau uang rakyat ratusan triliun rupiah. Pengawasannya relatif tidak ketat. Lolos begitu saja. Tanpa banyak diketahui rakyat.
Apakah anggaran ini bagian dari anggaran Corona yang tidak bisa digugat secara pidana? Apakah ini anggaran yang diatur UU Nomor 2 tahun 2020? Ini juga menjadi pertanyaan.
Baca juga : Terima Kasih Joker
Rakyat tidak bisa berbuat banyak. Harapannya, ada di DPR sebagai lembaga pengawas. DPR adalah wakil rakyat, bukan wakil partai. Sekarang, pertanyaannya: apakah DPR justru menjadi bagian dari masalah?
Pengawas internal pemerintah juga ada. Di pusat maupun daerah. Ada BPKP, BPK, KPK, Kejaksaan dan sebagainya. Apakah Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), juga sudah bekerja optimal?
Kita berharap, semuanya, termasuk program-program yang disebutkan tadi, berjalan lancar. Tepat sasaran. Tidak ada anggaran yang bocor. Tidak dikorup. Pengawasan juga dilakukan secara cermat dan ketat. Tak ada kongkalikong.
Baca juga : Pantaskah Konglomerat Didanai?
Bisakah? Mestinya bisa. Apalagi kalau ada political will. Karena, sungguh keji kalau di tengah penderitaan rakyat akibat dampak Covid 19, ada yang berpesta pora memainkan uang rakyat.
Sungguh menyedihkan kalau di tengah anak-anak sekolah yang kebingungan tak punya hape atau pulsa untuk belajar jarak jauh, ada bapak yang terpaksa mencuri laptop untuk anaknya, ada ibu yang menggadaikan KJP demi anaknya; ada oknum yang menggerogoti anggaran buat rakyat.
Sungguh memilukan, ketika negara harus menanggung utang ribuan triliun, pontang-panting mencari pinjaman, ternyata ada anggaran yang bocor atau dibocorkan. Cukup Corona yang menjadi cobaan berat bangsa ini, jangan ada lagi persoalan lain yang membebani pemerintah maupun rakyat di tengah kondisi yang sudah memprihatinkan ini.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.