Sebelumnya
Kenapa mereka tak bisa ditertibkan? Sama juga. Pertanyaannya mudah, tapi jawabannya (seolah-olah) sulit.
Untuk menjawab ini, jangankan kita rakyat biasa, anggota DPR juga bertanya-tanya. “Ayo dicek kenapa di India lebih murah,” kata anggota DPR yang dikenal sangat concern dengan isu-isu Covid-19.
Baca juga : Benahi Data, Segera!
Sebenarnya, rakyat tak mengharapkan anggota DPR terkaget-kaget. Atau, meminta secara pribadi. Rakyat menginginkan permintaan resmi dalam sidang. Rakyat menginginkan anggota DPR yang vokal, peduli, produktif, dan menghasilkan.
Tapi, apa yang terjadi? Anggota DPR dan politisi justru (ada yang) menjadi bagian dari masalah. Misalnya, meminta ruang ICU khusus, ruang isoman khusus, bahkan rumah sakit khusus.
Baca juga : Fokus Covid, Bukan Yang Lain
DPR juga dinilai mandul. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mencatat, selama dua tahun ini, DPR 2019-2024 baru menyelesaikan empat RUU prioritas. DPR sebelumnya (2014-2019), dalam kurun waktu yang sama, mampu mengesahkan 16 RUU.
Bukan hanya DPR, DPRD juga mendapat sorotan. Misalnya, ada DPRD yang justru disibukkan urusan pakaian dinas berbahan Louis Vuitton (LV) di tengah pandemi ini. Bagi rakyat, cara membaca Louis Vuitton saja sulit, apalagi mendapatkannya.
Baca juga : Hati-Hati Varian 2024
Rakyat, saat ini, justru lebih disibukkan oleh “pakaian” lain, warnanya putih: kain kafan. Karena, Covid-19, obat-obatan yang tidak terjangkau, atau fasilitas kesehatan yang nyaris ambruk, telah merenggut nyawa banyak rakyat Indonesia. Tes PCR yang harganya mahal, juga jadi persoalan serius.
Kenyataan-kenyataan ini, sungguh sangat mahal dan memilukan. Ini tragedi. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.