Dark/Light Mode

"Ikatan Cinta" Dengan Rakyat

Minggu, 18 Juli 2021 07:00 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Jangan coba-coba “bermain api” di masa sulit ini. Terutama para pejabat. Jangan. Bisa gaduh. Kalau gaduh, imun rakyat bisa turun. Kalau imun turun, Covid- 19 bisa tambah jumawa. Bahaya.

Menteri Mahfud MD nonton sinetron Ikatan Cinta misalnya, langsung diomelin. Dua menteri yang jalan-jalan di satu kota di Amerika Serikat, sambil ketawa-ketawa, sementara di Indonesia ada rakyat yang berjuang melawan Satpol PP; juga dikritik. Apalagi, kalau benar, tanpa persetujuan Presiden, Hmm...

Berita Terkait : Perbaiki Komunikasi!

Ada lagi. Di tengah rakyat yang sedang berjuang keras, demi ekonomi, kesehatan, pendidikan, atau bahkan nyawa, eh, ada anggota DPR yang meminta ruang ICU khusus di rumah sakit.

Teman anggota DPR itu bahkan meminta lebih. Bukan ruangan lagi, tapi satu rumah sakit. Rumah sakit Covid, khusus pejabat. Temannya yang lain, tidak mau diisolasi sepulang dari luar negeri.

Berita Terkait : "Guru Kencing Duduk, Murid…"

Dalam masa sulit ini, rakyat mungkin bisa menerima bahwa para pejabat sedang berusaha sangat keras. Anggaran negara juga menipis. Utang menumpuk. Problem yang dihadapi, memang berat.

Tapi, penerimaan itu bisa luntur kalau ada kebijakan yang kurang pas, atau ada pejabat yang justru melukai hati rakyat. Lewat pernyataan, tindakan dan kebijakan. Atau, dengan joget-joget.

Berita Terkait : Kenapa Dr Lois?

Deretan kasus-kasus korupsi, seperti kasus Bansos yang belum sepenuhnya tuntas itu saja; sudah cukup melukai. Belum lagi ada kasus korupsi benur, kasus jaksa Pinangki yang menggoyang hampir semua pilar hukum di Indonesia, kasus KPK, Papua, aparat yang garang menghadapi rakyat kecil, serta kasus-kasus lainnya. Semuanya menggerus keikhlasan dan penerimaan rakyat.
 Selanjutnya