Sebelumnya
Sekarang Amerika sudah angkat tangan. Negara lain akan segera masuk. Menawarkan apa saja. Mulai dari proyek berbiaya murah sampai mega proyek. Tak peduli lagi ideologi yang dianut Taliban. Yang penting cuan dan bisa “mengendalikan” ekonominya.
China misalnya, sudah bertemu Taliban, dan langsung menawarkan bantuan, antara lain jalan raya yang menghubungkan Pakistan-Afghanistan. Syaratnya, antara lain: Taliban jangan bantu kelompok separatis yang ingin merdeka dari China. Taliban menyatakan siap. Klop.
Baca juga : Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kini Ada Di UEA
Selain China, negara-negara lain juga mengincar cadangan sumber daya alam yang belum dieksploitasi di Afghanistan, terutama batu bara, tembaga dan emas.
Dalam kerangka ini, akhirnya, ideologi menjadi nomor kesekian. Juga bagi Taliban. Mereka akan berubah wajah. Lebih kompromistis. Tak lagi sekeras dan se-ekstrem dulu. Untuk lebih meyakinkan, mereka bahkan masuk-keluar kampung, pakai mikrofon, mengumumkan akan melindungi semua golongan.
Baca juga : Uganda Siap Tampung 2.000 Pengungsi Afghanistan
Di belahan dunia lainnya, ideologi Taliban dan China terus dipertanyakan. Diperdebatkan sampai berbusa-busa. Padahal, di sebuah hotel di Tianjin, Taliban dan China asyik ngopi-ngopi sambil membicarakan proyek masa depan.
Pertemuan dua hari itu berlangsung 28-29 Juli 2021 lalu. Sebelum Taliban menguasai ibukota Kabul. Saat itu, delegasi tingkat tinggi Taliban bertemu Menteri Luar Negeri Wang Yi.
Baca juga : Kejahatan Di Masa Pandemi
Mereka berfoto bersama. Dilatari hiasan abstrak sepanjang hampir enam meter. Tiga pejabat China mengenakan jas. Sembilan pejabat Taliban, termasuk calon presiden, Mullah Baradar, mengenakan pakaian dan penutup kepala khas Afghanistan.
Terlihat kontras. Berdiri berdampingan. Mereka tampak happy. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.