Dark/Light Mode

Keranjingan Hamster

Sabtu, 26 Juni 2021 06:05 WIB
Ngopi - Keranjingan Hamster
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak libur Lebaran kemarin, saya sekeluarga punya teman main baru. Seekor hamster. Hewan yang sebelumnya sama sekali tidak ada dalam pikiran kami. Apalagi sampai memeliharanya.

Masuknya hamster dalam keseharian kami memang tidak disengaja. Awalnya, saya dan anak hanya pergi keluar rumah untuk membeli bakso di kompleks terdekat buat istri tercinta. Karena tukang hamsternya mangkal dekat abang bakso, jadi anak merengek minta dibelikan hewan mirip tikus itu.

Kalau belum dibelikan, anak nggak mau pulang. Begitu ancamannya. Akhirnya, satu ekor hamster berikut mainannya ikut dibawa pulang. Harganya hanya Rp 20 ribu untuk satu ekor hamster jenis Syiria dan Rp 15 ribu untuk mainannya.

Berita Terkait : Ketipu Investasi Bodong

Sampai di rumah, ternyata istri suka melihat si hamster. Imut, lucu, gemesin, mirip saya katanya. Meski geli untuk memegangnya, istri saya tidak mau beranjak dari depan kandang hamster yang kami buat sederhana dari kardus.

Tak henti istri saya tertawa geli. Sesekali ia mengarahkan kamera handphone-nya untuk sekadar mengabadikan kelincahan si hamster dalam video. Bagi saya, ini tentu menyenangkan. Ternyata. semudah itu membuat bahagia anak dan istri.

Selang beberapa hari, kebahagiaan anak dan istri saya memiliki hamster ternyata tidak memudar. Justru semakin memuncak. Bahkan, mereka meminta agar saya membelikan lagi beberapa ekor hamster agar yang sudah ada punya teman main.

Berita Terkait : Terpaksa Panas-panasan Shalat Di Pelataran

Akhirnya, saya pun mengiyakan keinginan istri dan anak. Kali ini kami berburu hamster hingga ke Sentul, Bogor. Dua ekor hamster jenis Campbell pun sampai di rumah. Keduanya lebih lincah dan sehat dari hamster sebelumnya.

Pembelian ini pun membuat istri dan anak saya semakin keranjingan. "Hihihi, lihat tuh Bi, lucu banget nggak bisa diem hamsternya. Gimana kalau kita beli kandangnya yang bagus. Kasihan bau kalau di kardus. Terus tempat minumnya, makanannya, obatnya, vitaminnya" begitu kata istri.

Sekarang, setiap sebelum dan bangun tidur istri dan anak saya tidak pernah absen menengok si hamster. Sekadar hanya memberi cemilan atau minum. Sesekali juga mengajak bercanda. [Alfian Sidik/Wartawan Rakyat Merdeka]