Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah diingatkan agar mengawasi ketat bantuan asing yang masuk untuk gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Hal ini diingatkan Ketua Dewan Pembina Laskar Ampera Arief Rachman Hakim Angkatan 66, H Alex Sato Bya.
“Pengawasan ketat sangat penting dan harus tepat. Agar sesuai azas manfaat. Jangan sampai dikorupsi. Bikin malu bangsa kita di mata Internasional, ”tegasnya di Jakarta, kemarin. Menurut mantan Kajati Sulawesi Tengah ini, bencana di Palu, Donggala dan sekitarnya sangat parah. Bahkan lebih parah dibanding gempa di Lombok beberapa waktu lalu. Kendati begitu, pemerintah tidak menetapkan sebagai bencana nasional.
Baca juga : 1 Jam, Terkumpul Bantuan 500 Juta
Pasalnya, pemerintah punya kategori suatu bencana disebut sebagai bencana nasional. Salah satunya, pemerintahan di daerah tersebut lumpuh total. “Kita harus bersyukur Presiden Jokowi punya sahabat, pemimpin dunia yang mau memberikan bantuan. Bukan hanya negara tetangga. Tapi juga negara-negara yang jauh seperti Inggris. Ini luar biasa. Artinya Jokowi punya panggung di dunia internasional. Respons dunia terhadap kepemimpinan Jokowi sangat positif,” jelas mantan Jaksa Agung Muda ini. Alex pun mengapresiasi langkah-langkah pemerintah pusat menangani cepat bencana.
Termasuk respons cepat Jokowi yang meninjau lokasi. Bahkan sampai dua kali untuk melihat langsung kondisi dan para korban di sana. Soal Wapres Jusuf Kalla yang ditunjuk Presiden memimpin penanganan bencana di Sulawesi Tengah, menyatakan apresiasinya. Dia menilai JK sosok yang pas. Pengalaman mantan Ketum Golkar itu dalam penanganan bencana dan mendamaikan konflik sudah teruji.
Baca juga : Ekonom Sarankan Jokowi Merombak Tim Ekonomi
Dulu, Alex mengaku ikut sebagai anggota tim juru damai konflik Poso bersama JK yang ketika itu menjabat Menko Kesra. Sekarang, JK datang lagi ke Sulawesi Tengah dalam bentuk lain. Yakni memimpin penanganan bencana. Untuk diketahui, menurut Alex, ketika terjadi konflik di Poso, banyak warga yang ketakutan akhirnya memutuskan pindah ke Palu. Kini, bencana telah menghancurkan semuanya. Sebab itu, penting untuk selalu waspada karena musibah selalu mengintai tanpa kita ketahui. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.