Dark/Light Mode

Annisa Pohan Sempat Ungkap Kegelisahan Soal Rencana Vaksinasi Berbayar

Minggu, 18 Juli 2021 03:21 WIB
Annisa Pohan. (Foto: Instagram @annisayudhoyono)
Annisa Pohan. (Foto: Instagram @annisayudhoyono)

RM.id  Rakyat Merdeka - Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Annisa Pohan, sempat mengungkapkan kegelisahannya terkait rencana pemerintah menerapkan vaksinasi berbayar.

"Kalau alasannya untuk herd immunity, silakan menggunakan Kimia Farma, tapi gratis untuk rakyat," ujar Annisa lewat akun Twitternya. 

Dia mengungkapkan, vaksinasi Covid-19 di negara lain sangat mudah dilakukan. Mereka yang ingin divaksinasi bisa langsung mendatangi apotek mana saja dengan membawa tanda pengenal diri.

Berita Terkait : Gelar Vaksinasi Covid-19, Bank DKI Dijempolin Anies

"Semacam di negara Amerika, program vaksinasinya sangat mudah, kita tinggal datang ke apotek (pharmacy) manapun bahkan milik swasta cukup bawa ID (KTP) gratis, mudah, cepat dan dimana saja ada," imbuhnya.

Kepedulian Annisa dan masyarakat lain yang keberatan dengan vaksinasi berbayar ini menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk membatalkan rencana program itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun kemudian mengambil keputusan untuk membatalkan vaksinasi berbayar Covid-19 bagi individu yang sebelumnya direncanakan akan disalurkan melalui Kimia Farma.

Berita Terkait : Pengamat Hukum Apresiasi Pembatalan Vaksinasi Berbayar

"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut," tegas Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, di Istana Negara, Jumat (16/7).

Dengan demikian, seluruh vaksinasi akan tetap menggunakan mekanisme seperti yang telah berjalan saat ini yakni gratis bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, terkait dengan Vaksinasi Gotong Royong, mekanismenya tetap dilakukan melalui perusahaan. Perusahaanlah yang akan menanggung seluruh biaya vaksinasi bagi karyawannya.

Berita Terkait : Gandeng KNPI, Yayasan Sahabat Ryano Sediakan 7.500 Vaksin Gratis

"Sehingga dengan demikian mekanisme untuk seluruh vaksin, baik itu yang gotong royong maupun yang sekarang mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah," tuturnya. [OKT]