Dark/Light Mode

PAN Usul Duet Airlangga-Zulhas

Adi Prayitno: Bagus, Supaya Nggak Usung Kader Partai Lain

Kamis, 25 Mei 2023 07:20 WIB
Adi Prayitno - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id).
Adi Prayitno - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id).

 Sebelumnya 
PAN membuka opsi terbentuknya koalisi baru, yakni dengan Golkar untuk mengusung Airlangga-Zulkifli Hasan. Pandangan Anda?

Cukup rasional jika pada akhirnya Golkar dan PAN membentuk koalisi sendiri. Karena, gabungan kedua partai ini sudah menggenapi ambang batas mengusung Calon Presiden, yakni 20 persen kursi DPR. Jumlah kursi Golkar dan PAN itu sudah lebih dari 20 persen, dan itu cukup untuk membentuk satu poros politik. Ini justru bagus, akan menjadi pasangan yang melengkapi poros politik pada 2024. Airlangga- Zulhas adalah duet Ketua Umum partai yang memang selayaknya dilakukan.

Kenapa begitu?

Baca juga : Fikri Yasin: Kami Matangkan Agar Bisa Segera Deklarasi

Supaya, ini menjadi tradisi politik yang baru bahwa ketua umum partai harus ngotot, harus maju ke Pilpres. Supaya, tidak latah mengusung kader partai lain.

Apa keuntungan Golkar dan PAN jika mengusung Capres-Cawapres sendiri?

Kalau koalisi ini terbentuk, Golkar dan PAN bisa mendapatkan efek positif. Terlepas berapa besar efek itu. Jika Golkar dan PAN berkoalisi, suara Pileg mereka akan mendapat­kan insentif politik elektoral. Pilpres dan Pileg yang dilaksanakan secara bersamaan itu, menguntungkan partai politik yang punya jagoan sendiri. Jadi, koalisi ini rasional, masuk akal, saling melengkapi, tinggal jalan saja.

Baca juga : Pengamat Nilai Duet Airlangga-Ganjar Punya Daya Tawar Kuat

Apa tantangan bagi kedua partai untuk membentuk koalisi itu?

PR terbesar dalam koalisi Golkar dan PAN, tentu harus kerja keras dalan sisa waktu menuju 2024.

Bagaimana dengan figur Airlangga dan Zulhas?

Baca juga : Hary Tanoe Lantik Anang Iskandar Jadi Ketua Badan Narkoter Center Partai Perindo

Di survei, Airlangga dan Zulhas belum kelihatan secara signifikan. Tapi, kedua tokoh ini mulai dikenal publik. [NNM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.