Dark/Light Mode

Pendamping Anies Sudah Mengerucut Ke Satu Nama

Muslimin: Anies Butuh Figur Wakili Jawa Timur

Senin, 26 Juni 2023 07:20 WIB
Muslimin, Direktur Eksekutif Puspol Indonesia. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Muslimin, Direktur Eksekutif Puspol Indonesia. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Siapa tokoh dari Jatim yang cocok dengan Anies?

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa paling ideal untuk menjadi Cawapresnya Anies. Tapi, apakah Partai Demokrat setuju. Kita tahu, ada kesan bahwa Demokrat ngotot agar Ketua Umumnya, AHY menjadi Cawapres.

Kalau memang Anies mau menggandeng Khofifah sebagai Cawapres, maka harus menyelesaikan urusan ini dengan Demokrat terlebih dahulu.

Antara AHY dan Khofifah, mana yang lebih kuat?

Baca juga : Sudirman Said: Insya Allah Keputusan Anies Dapat Diterima

Kalau diuji dari berbagai survei, Khofifah lebih mendongkrak Anies. Karena, Khofifah dari kalangan Nahdliyin. Itu yang dibutuhkan Anies. Itu jika kita lihat dari sisi figurnya.

Tapi, perlu dilihat juga bahwa AHY membawa mesin Demokrat. Arti­nya, kalau Khofifah diambil, lalu Demokrat lepas, itu tidak menguntungkan bagi Anies.

Bagaimana idealnya?

Misalnya Khofifah diambil jadi Cawapres dan Demokrat menerima, itu sangat ideal. Lebih tepat bagi kepentingan bersama Koalisi Perubahan untuk memenangi Pilpres.

Baca juga : Muhammad Ramli: Kami Ikut Keputusan Mas Anies Baswedan

Bagaimana jika Khofifah tidak mau diajak jadi Cawapres?

Jika Khofifah tidak bisa digandeng sebagai Cawapres, maka yang berpeluang adalah AHY.

Kenapa begitu?

Pertama, AHY punya partai. Kedua, AHY juga punya popularitas dan elek­tabilitas yang lumayan. Ketiga, AHY juga bisa merepresentasikan wilayah Jawa Timur. Karena, bapaknya, SBY berasal dari Jawa Timur.

Baca juga : Cawapres Anies Mengerucut Ke Satu Nama, Demokrat: AHY Paling Memenuhi Syarat

Dari kalangan Nahdliyin, siapa lagi yang berpeluang?

Selain Khofifah, kalau dari Nah­dliyin, saya kira Ketua Umum PKB Mu­haimin Iskandar.

Itu pun kalau PKB keluar dari koalisinya Gerindra, jika Muhaimin tidak dijadikan Ca­wapresnya Pra­bowo. [REN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.