Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
7 Tahun Diterapkan, Sistem PPDB Keluar Dari Rel Tujuan
Satriwan Salim: Banyak Praktik Jual Beli Kursi Dan Pungli
Rabu, 12 Juli 2023 07:20 WIB
Sebelumnya
Apa lagi yang perlu dievaluasi dari PPDB saat ini?
Persoalan yang cukup sering terjadi adalah, sekolah sepi peminat atau kekurangan siswa.
Apa penyebabnya?
Biasanya, itu karena banyak sekolah negeri yang berdekatan lokasinya satu sama lain. Atau, karena lokasi sekolah jauh di pedalaman yang aksesnya sulit. Dengan kata lain, sebaran sekolah negeri tak merata.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Baiknya Hati-hati Konsumsi Daging
Apa jalan keluar dari persoalan seperti ini?
Pemerintah Daerah (Pemda) hendaknya melakukan merger. Menggabungkan sekolah-sekolah negeri yang berdekatan. Kemudian, memperbaiki akses infrastruktur dan transportasi menuju sekolah. Namun, solusi ini berbiaya tinggi, harus melibatkan kementerian lain dan Pemda.
Apa catatan lainnya?
Catatan lainnya adalah soal praktik jual beli kursi, pungli, dan siswa titipan dari pejabat atau tokoh di wilayah tersebut. Kami dari P2G mencatat, kasus demikian terjadi di Bali, Bengkulu, Tangerang, Bandung dan Depok.
Baca juga : Tahun Depan, PT Kenari Djaja Berencana Go Public
Modusnya bagaimana?
Modusnya adalah menitipkan siswa atas nama pejabat tertentu ke sekolah. Panitia PPDB sekolah, yaitu kepala sekolah dan guru tidak punya kekuatan untuk menolak.
Sehingga, praktik ini terus terjadi. Kan pernah ramai masalah titipan oknum anggota DPRD Kota Bandung dalam PPDB 2022.
Apakah masih ada persoalan lainnya?
Baca juga : Henry Indraguna: Sistem Proporsional Tertutup Seperti Beli Kucing Dalam Karung
Anak berasal dari keluarga tidak mampu yang menggunakan jalur afirmasi dan anak dalam satu zonasi tidak dapat tertampung di sekolah negeri.
Sistem PPDB seharusnya memprioritaskan anak miskin dan satu zona untuk diterima di sekolah negeri. Sebab, jika mereka diterima, maka akan lebih ringan untuk ongkos dan demi keamanan anak itu. [NNM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya