Dark/Light Mode

Di 2 Pemilihan Kepala Daerah, Kotak Kosong Menang

Dede Yusuf: Banyak Paslon Tunggal Kalahkan Kotak Kosong

Rabu, 4 Desember 2024 07:50 WIB
Dede Yusuf, Wakil Ketua Komisi II DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Dede Yusuf, Wakil Ketua Komisi II DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda tentang fenomena kotak kosong pada Pilkada Serentak 2024?

Kalau kita perhatikan, munculnya kotak kosong ini karena ada fenom­ena borong partai. Mungkin calon yang ada, bukan yang diinginkan masyarakat. Namun, karena proses politik, akhirnya semua partai men­dukung hanya satu calon.

Sebetulnya, kotak kosong menun­jukkan perlawanan masyarakat. Bahwa, masyarakat punya keinginan untuk memilih yang lain. Namun, hanya ada satu paslon. Sehingga, yang menang kotak kosong.

Apakah ini bahaya bagi de­mokrasi kita?

Baca juga : Hadar Nafis Gumay: Harusnya Ada Alternatif Pilihan Bagi Masyarakat

Ini alarm bagi parpol dalam me­ngusung calon. Bahwa, episode memborong partai harus dipikirkan baik-baik. Karena, lebih bagus punya lawan, ketimbang tidak ada sama sekali. Ini kan pesta demokrasi. Tentu masyarakat berharap ada persaingan yang sehat, setidaknya dua Paslon.

Masalahnya, ini kan ada pada konstelasi politik di wilayah terse­but. Tetapi, kalau kita lihat, banyak juga paslon tunggal yang berhasil. Kotak kosong menang hanya di dua wilayah saja.

Apakah Komisi II DPR akan membahas soal ini?

Yang jelas, Rabu (4/12/2024), kami akan rapat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk membahas pemungutan suara ulang (PSU) dan Pilkada ulang.

Baca juga : 4 Menteri Teken SEB

Kapan jadwal PSU?

PSU sudah pasti mengikuti undang-undang, dilakukan 10 hari setelah Pilkada. Saat ini, kawan-kawan sedang mendata untuk melakukan PSU. Tapi, banyak daerah yang sudah kehabisan anggaran untuk melakukan PSU. Sehingga, PSU itu harus diperhatikan baik-baik.

Kalau Pilkada ulang, bagaimana?

Kalau ini, apakah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), 1 tahun setelah Pilkada. Opsi ini akan diputuskan, Rabu.

Baca juga : Parpol Dinilai Gagal Sodorin Calon Menarik

Terkait Pilkada ulang, kita harus memahami, jangan-jangan koalisi gemuk ini tidak disukai masyarakat. Ini harus dipikirkan bagaimana seha­rusnya koalisi itu.

Meskipun tahapan sudah ditetap­kan, koalisi masih bisa berubah ya?

Bisa berubah, siapa tahu muncul pasangan calon lain. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 4 Desember 2024 dengan judul "Di 2 Pemilihan Kepala Daerah, Kotak Kosong Menang, Dede Yusuf: Banyak Paslon Tunggal Kalahkan Kotak Kosong"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.