Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mendikdasmen Hidupkan Kembali Penjurusan Di SMA, Bingung, Ganti Menteri Ganti Kurikulum
Lalu Hadrian Irfani: Seolah Kita Tak Miliki Peta Jalan Pendidikan
Rabu, 16 April 2025 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berencana mengembalikan sistem penjurusan di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dihapus pada era Menteri Pendidikan terdahulu Nadiem Makarim.
Dalam diskusi dengan pers di kantornya, Menteri Abdul membuat klaim rencana perubahan sistem itu berkaitan dengan aspek keberlanjutan di setiap jenjang pendidikan, yang berpengaruh pada masa depan murid.
Penerapan sistem penjurusan di SMA bakal segera dilakukan melalui peraturan menteri. Regulasi tersebut nantinya akan menggugurkan aturan yang diteken Nadiem, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024.
Baca juga : Transformasi Digital Kunci Utama Layanan
Aturan yang disusun rezim Nadiem itu mengatur kurikulum pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah. Nadiem menyebut kurikulum yang diimplementasikan di eranya itu sebagai kurikulum merdeka.
"Ini bocoran, jurusan akan kami hidupkan lagi, nanti akan ada jurusan IPA, IPS, dan bahasa," ujar Abdul Mu'ti saat diskusi dengan media di Kementerian.
Koordinator Nasional (Kornas) Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai ada aspek plus minus menghidupkan kembali skema Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA.
Baca juga : Banteng: Kongres Ke-6 Tetap Digelar Tahun Ini
Namun, perlu ada evaluasi secara komprehensif implementasi kurikulum merdeka, mengingat kurikulum merdeka baru berumur 4 tahun secara de facto. Lebih dari 95 persen sekolah mengimplementasikan kurikulum merdeka sampai tahun 2024.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengatakan, sebelum menjadi kebijakan resmi, Kemendidasmen harus mendengarkan masukan dari semua stakeholder pendidikan. Sebab, kebijakan ini pada akhirnya akan mengacu kepada perubahan kurikulum di sekolah.
Kalau misalnya tahun ajaran baru tiba-tiba diperlakukan kebijakan jurusan, maka tentu membutuhkan penyesuaian kembali. Baik secara administratif, kemudian sekolah juga harus mempersiapkan infrastrukturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya