Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mendikdasmen Hidupkan Kembali Penjurusan Di SMA, Bingung, Ganti Menteri Ganti Kurikulum
Lalu Hadrian Irfani: Seolah Kita Tak Miliki Peta Jalan Pendidikan
Rabu, 16 April 2025 07:40 WIB
Sebelumnya
Tanggapan mengenai wacana mengembalikan sistem penjurusan?
Saya minta supaya kebijakan tersebut dikaji ulang oleh Mendikdasmen.
Mengapa harus dikaji?
Sebelum jadi kebijakan, tolong dengarkan masukan semua stakeholder pendidikan. Kebijakan ini pada akhirnya mengacu kepada perubahan kurikulum di sekolah.
Baca juga : Transformasi Digital Kunci Utama Layanan
Kalau tahun ajaran baru tiba-tiba diperlakukan kebijakan jurusan, tentu butuh penyesuaian. Baik secara administratif. Sekolah juga harus mempersiapkan infrastrukturnya.
Infrastruktur seperti apa?
Infrastruktur yang saya maksudkan yaitu infrastruktur SDM-nya. Tentu harus ada guru mata pelajaran khusus seperti mata pelajaran IPA, IPS dan sebagainya. Nah, permasalahan yang ada gurunya belum merata di seluruh wilayah di Indonesia.
Harapan kami agar ditinjau ulang kembali dengan melihat data-data empiris yang kita miliki hari ini. Jangan sampai nanti kesannya ganti menteri, ganti kurikulum dan semua kebijakan diganti.
Baca juga : Banteng: Kongres Ke-6 Tetap Digelar Tahun Ini
Ini kan seolah-olah kita tidak memiliki peta jalan pendidikan. Lima tahun berubah, lima tahun lagi berubah lagi. Sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan guru-guru dan sekolah-sekolah.
Kalaupun Mendikdasmen Ngotot?
Ya, kalaupun ini akan menjadi sebuah kebijakan, tentu harus betul-betul merupakan hasil pemikiran yang komprehensif. Harus dengan mengedepankan data-data empiris yang dimiliki oleh Kemendiktasmen hari ini.
Kemudian kalaupun ini mau dilaksanakan, tentu sosialisasi masif harus segera dilakukan. Karena ini kan akan berubah terhadap administratif, akan berubah terhadap sebaran guru. Ini yang harus dipikirkan. Kalaupun misalnya itu harus diberlakukan.
Baca juga : Sistem Penjurusan Di SMA Mesti Dikaji Secara Matang
Yakin tahun depan bisa diterapkan?
Kalau memang harus ini diberlakukan, menurut saya ya diberlakukan tahun depan saja. Karena kita butuh sosialisasi, butuh penataan secara administratif, butuh penataan kemerataan guru. Kalau memang harus menjadi kebijakan. Tapi ini kan masih dalam tahap diskusi.
Pada prinsipnya, kalaupun kebijakan itu baik silahkan dilanjutkan, tapi kalau kurang baik sempurnakan lagi. Kalau memang tidak baik sama sekali, sudah tidak berlaku lagi dengan beradaptasi dengan perkembangan zaman silahkan diganti. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 16 April 2025 dengan judul "Mendikdasmen Hidupkan Kembali Penjurusan Di SMA, Bingung, Ganti Menteri Ganti Kurikulum, Lalu Hadrian Irfani: Seolah Kita Tak Miliki Peta Jalan Pendidikan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya