Dark/Light Mode

Akibat Banyak Terjerat Kasus Korupsi, Kepala Daerah Diusulkan Mendapat Insentif Dari PAD

Badiul Hadi: Pemberian Insentif Bisa Jadi Jebakan

Selasa, 11 November 2025 07:15 WIB
Badiul Hadi, Manager Seknas Fitra. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Badiul Hadi, Manager Seknas Fitra. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apa pendapat Anda terkait usulan untuk memberikan insentif kepada kepala daerah dari PAD?

Gagasan memberi insentif kepada kepala daerah berdasarkan peningkatan PAD tampak progresif, tetapi perlu diwaspadai agar tidak berubah menjadi jebakan moral dan tata kelola. Insentif memang bisa memacu kinerja dan kemandirian fiskal, namun bila tidak diatur ketat justru membuka ruang baru bagi manipulasi angka, eksploitasi pajak daerah, atau transaksi politik terselubung.

Lalu, menurut Anda, apakah tepat jika PAD diberikan ke kepala daerah?

Baca juga : Ahmad Irawan: Akan Dipertimbangkan Besarannya Seperti Apa

PAD hanya salah satu indikator kinerja. Artinya insentif kinerja kepala daerah semestinya tidak diukur semata dari besaran PAD, tetapi juga dari kualitas pelayanan publik, keberlanjutan ekonomi, dan integritas pengelolaan keuangan daerah.

Apakah ada potensi kepala daerah akan berlomba-lomba untuk menaikkan PAD jika mendapatkan insentif?

Iya. Jika indikatornya hanya angka, maka kepala daerah bisa tergoda menaikkan PAD lewat cara yang tidak berkeadilan bagi rakyat. Instrumen kenaikan PAD yang paling potensial di daerah adalah pajak, khawatirnya menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat, seperti yang sudah terjadi yaitu penolakan warga.

Baca juga : Siap Kawal Riset Air, Pangan Dan Energi

Selain itu, dengan biaya politik yang tetap tinggi, insentif finansial tanpa reformasi struktural hanya menambah lapisan hadiah bagi elite lokal, bukan solusi akar masalah korupsi politik daerah.

Apa saran Anda?

Ide insentif ini hanya akan sehat jika diletakkan dalam kerangka tata kelola berbasis kinerja, transparansi, dan keadilan fiskal antar daerah, bukan sebagai bonus politik yang menggiurkan. REN

Baca juga : Sjafrie: Terbuka Untuk Umum, Tak Hanya TNI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 11 November 2025 dengan judul "Akibat Banyak Terjerat Kasus Korupsi, Kepala Daerah Diusulkan Mendapat Insentif Dari PAD, Badiul Hadi: Pemberian Insentif Bisa Jadi Jebakan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.