Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia Masih Kekurangan Dokter, Apa Solusi Mujarabnya?
Irma Suryani Chaniago: Perbanyak Penerimaan Mahasiswa Kedokteran
Minggu, 18 Januari 2026 07:10 WIB
Sebelumnya
Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, Indonesia masih kekurangan lebih dari 100 ribu dokter. Pemerintah berupaya menambah fakultas kedokteran hingga menambah jumlah penerimaan mahasiswa dokter spesialis. Apa tanggapan Anda?
Sebetulnya mahasiswa kedokteran yang sudah selesai kuliah dan praktik di rumah sakit masih banyak yang terganjal uji kompetensi untuk bisa mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Izin Praktik).
Terus terang saya bingung, jika sebuah universitas mendapatkan akreditasi bagus, kok bisa lulusannya sulit lulus dari Ukom (uji kompetensi). Karena Ukom ini menjadi momok banyak calon dokter yang stres, bahkan sampai ada yang bunuh diri dikarenakan sampai 15 kali ikut Ukom tidak lulus-lulus juga. Tentu ini harus ada jalan keluar.
Untuk itu, Mendiktisaintek sebaiknya jangan obral akreditasi yang kemudian menjadi kontraproduktif terhadap kualitas lulusan, terbukti puluhan kali ikut Ukom tapi gagal.
Bagaimana melihat rencana upaya Pemerintah agar lulusan dokter itu bertambah?
Baca juga : DPR Happy Dana Riset Naik Jadi Rp 12 Triliun
Saya kira saat ini yang urgent adalah dokter spesialis dan subspesialis. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 sudah membuka ruang bagi dokter umum yang ingin mengambil spesialis melalui program hospital base dan college base.
Saya usul sebaiknya Pemerintah menyekolahkan dokter-dokter umum di daerah untuk mengambil spesialis. Toh sudah ada aturan yang menegaskan, setelah lulus mereka wajib mengabdi di daerahnya.
Bagi yang tidak patuh, Pemerintah dalam hal ini Menteri Kesehatan tidak akan memberikan izin praktik untuk yang bersangkutan.
Apakah perlu ada alokasi subsidi bagi pendidikan dokter?
Usul saya perbanyak kuota penerimaan mahasiswa di satu universitas yang berkualitas, daripada membangun universitas kedokteran baru, tapi dosen-dosennya tidak berkualitas.
Baca juga : Wamenhaj Ikut Lari Dan Makan Bareng Peserta
Kemendiktisaintek juga harus mencabut izin universitas yang tidak memiliki dosen berkualitas. Pemerintah bisa mendorong agar rumah sakit besar yang sudah berpengalaman dan berkualitas menjadi rumah sakit pendidikan agar siswa dapat dipertanggungjawabkan oleh rumah sakit yang telah mendapatkan izin sebagai rumah sakit pendidikan tersebut.
Kenapa harus dengan cara seperti itu?
Dengan menjadikan rumah sakit besar sebagai rumah sakit pendidikan, Pemerintah tidak perlu lagi mensubsidi, karena rumah sakit tersebut telah memiliki alat kesehatan yang memang dibutuhkan untuk PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) praktik dan itu tentu mengurangi biaya perkuliahan.
Selain itu, saya juga mendorong agar rumah sakit swasta dapat menjadi rumah sakit pendidikan, tetapi tetap harus ada universitas pengampu yang berkualitas.
Bagaimana cara untuk mencukupi kebutuhan dokter di Tanah Air?
Baca juga : Mentan Terapkan Skema Padat Karya Di Sumatera
Pertama, biaya masuk dan sekolah kedokteran tidak boleh mahal, karena ini faktor utamanya. Kedua, Pemda diwajibkan memberi beasiswa pada putra-putri daerah untuk sekolah kedokteran agar kelak lulus dapat mengabdi di daerahnya.
Ketiga, khusus di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), Pemerintah sebaiknya memberi beasiswa pada anak-anak cerdas tapi tidak mampu secara finansial untuk kuliah kedokteran dan memberikan beasiswa pada dokter umum yang juga tidak mampu secara finansial untuk mengambil spesialis.
Selain itu?
Keempat, Pemerintah melalui Menteri Kesehatan, wajib memenuhi semua alkes di seluruh rumah sakit, agar dokter-dokter spesialis mau praktik di daerah dengan insentif lebih tentunya. Kelima, bagi yang tidak lulus uji kompetensi berkali-kali, jangan dibuang. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 18 Januari 2026 dengan judul "Indonesia Masih Kekurangan Dokter, Apa Solusi Mujarabnya? Irma Suryani Chaniago: Perbanyak Penerimaan Mahasiswa Kedokteran"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya