Dark/Light Mode

Keanggotaan Indonesia Di BoP Disorot Setelah AS Serang Iran

Ahmad Yani: Aliansi BoP Mandul Dan Tidak Berguna

Sabtu, 7 Maret 2026 07:10 WIB
Ahmad Yani, Eks Anggota Komisi III DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Ahmad Yani, Eks Anggota Komisi III DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Saat ini beberapa lembaga atau ormas Islam meminta agar Indonesia keluar dari BoP. Apa pandangan Anda?

Kami menilai bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) sebagai inisiatif Presiden Prabowo, tidak akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemerdekaan Palestina. Aliansi BoP justru mandul dan tidak berguna.

Berarti Anda juga setuju jika Indonesia keluar dari BoP?

Kami meminta Presiden Prabowo segera menarik diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP).

Kira-kira apa alasannya?

Baca juga : Pemerintah Pastikan Perjanjian Dagang Timbal-Balik Indonesia-AS Saling Menguntungkan

Karena faktanya, lembaga ini tidak memiliki taring di hadapan agresi AS-Israel.

Peran Indonesia juga kurang maksimal, ya?

Bertahan di dalamnya hanya akan menjadikan posisi Indonesia tidak efektif, mengingat hak veto dan kendali kebijakan tetap berada di bawah dominasi Donald Trump.

Dan sebagai inisiator Board of Peace (BoP), ia memiliki konflik kepentingan yang nyata demi ambisi supremasinya.

Apakah Indonesia tidak berperan?

Baca juga : Adaro Dan Alamtri Tebar Kebahagiaan Ramadan

Keberadaan Indonesia di dalam Board of Peace (BoP) justru berisiko memperkuat legitimasi politik Trump untuk mengambil keputusan sepihak yang merugikan kepentingan Dunia Islam.

Lalu, apa harapan Anda ke depan terutama dalam situasi perang saat ini?

Kami meminta Presiden Prabowo untuk kembali pada mandat konstitusi menghapuskan penjajahan di atas dunia dan tidak membiarkan kebijakan luar negeri Indonesia terseret menjadi underbow atau kepanjangan tangan kepentingan AS-Israel.

Inisiatif apapun untuk membantu kemerdekaan Palestina, harus dilakukan melalui mandat PBB, sebagai badan resmi yang memiliki legitimasi.

Terkait perang, bagaimana?

Baca juga : Kasus Dugaan Suap Di Bea Cukai, KPK Sita 5 Mobil Operasional

Kami meminta Presiden untuk mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan hukuman dan tekanan kepada Amerika Serikat dan Israel atas tindakannya melakukan serangan brutal dan kejam yang tidak berperikemanusiaan yang menyerang Iran. Tindakan ini melanggar hukum internasional.

Kami mengajak seluruh Ormas Islam dan elemen kekuatan umat Islam di Indonesia dan Dunia, untuk bersatu padu melawan segala bentuk imperialisme baru. Umat Islam harus mandiri secara politik, ekonomi dan militer agar tidak terus menjadi objek permainan kekuasaan global. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 7 Maret 2026 dengan judul "Keanggotaan Indonesia Di BoP Disorot Setelah AS Serang Iran, Ahmad Yani: Aliansi BoP Mandul Dan Tidak Berguna"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.