Dark/Light Mode

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Untuk Siswa SD Mulai 2027

Lalu Hadrian Irfani: Pengajarnya Jangan Sampai Belum Memadai

Kamis, 21 Mei 2026 07:10 WIB
Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR. Foto: IG PRIBADI
Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Bagaimana Anda melihat rencana kebijakan mata pelajaran Bahasa Inggris wajib di tingkat sekolah dasar pada tahun 2027 mendatang?

Saya memandang rencana kebijakan ini sebagai langkah yang baik dan relevan, mengingat kemampuan berbahasa Inggris kini telah menjadi kompetensi penting dalam menunjang pendidikan yang lebih tinggi, kebutuhan dunia kerja, serta perkembangan teknologi dan arus informasi global.

Sebenarnya, kajian dari Komisi X DPR selama ini terkait pelajaran Bahasa Inggris di SD seperti apa?

Pada prinsipnya, kami memandang bahwa penguasaan Bahasa Inggris penting sebagai kompetensi tambahan bagi peserta didik. Namun, dalam perkembangannya, penambahan mata pelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan siswa semata, tetapi juga harus menjadi bagian dari upaya pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah. Karena itu, jangan sampai kebijakan ini justru menimbulkan ketimpangan antara sekolah di perkotaan dan sekolah di daerah.

Baca juga : 5 Ketum Parpol Hadiri Pidato Presiden Di DPR

Terkait ketimpangan, solusi dari Anda?

Tentu yang perlu menjadi perhatian bukan hanya memasukkan Bahasa Inggris ke dalam kurikulum, melainkan juga memastikan kesiapan tenaga pengajar, metode pembelajaran yang sesuai, serta memperhatikan beban belajar siswa di tingkat sekolah dasar.

Di SD negeri, mata pelajaran Bahasa Inggris menjadi pilihan atau muatan lokal. Namun, di SD swasta, sudah menjadi mata pelajaran sejak kelas I. Apakah memang sudah seharusnya diajarkan sejak kelas I SD?

Menurut pandangan saya, pengenalan Bahasa Inggris sejak kelas I SD merupakan hal yang positif, terutama untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan membiasakan anak mengenal bahasa asing sejak dini. Pada usia tersebut, anak umumnya lebih cepat menyerap kosakata maupun pelafalan. Meski demikian, proses pembelajarannya perlu disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak, dengan pendekatan yang lebih menyenangkan seperti permainan, lagu, dan kegiatan interaktif, bukan melalui metode yang terlalu menekankan aspek akademik.

Baca juga : Pramono & Andra Soni Sepakat Perkuat Sinergi

Kalau rencana dari kelas III SD, Anda setuju?

Apabila Pemerintah memutuskan untuk memulai dari kelas III SD, hal itu juga dapat dipahami sebagai pilihan yang lebih realistis dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah serta ketersediaan tenaga pendidik di berbagai daerah.

Lantas, kesiapan pengajar saat ini seperti apa?

Terkait sumber daya manusia pengajar, hal ini memang menjadi tantangan yang paling mendasar. Saat ini, belum seluruh sekolah dasar memiliki guru Bahasa Inggris yang memadai dan tersebar secara merata, terutama di berbagai daerah. Oleh karena itu, Pemerintah perlu mempersiapkan program pelatihan, sertifikasi, dan penguatan kapasitas guru secara berkelanjutan agar kualitas pembelajaran dapat terjaga. Jangan sampai kebijakan sudah diterapkan, tetapi kesiapan dan kualitas tenaga pengajarnya masih belum memadai. NNM

Baca juga : Kasus Bupati Ponorogo, KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 21 Mei 2026 dengan judul "Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Untuk Siswa SD Mulai 2027 Lalu Hadrian Irfani: Pengajarnya Jangan Sampai Belum Memadai"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.