Dark/Light Mode

Tentang Pembangunan PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan

Yang Tidak Setuju, Sudah Diajak Diskusi

Sabtu, 11 Juli 2020 11:08 WIB
Tentang Pembangunan PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan Yang Tidak Setuju, Sudah Diajak Diskusi

 Sebelumnya 
Serge Which sangat concern dengan Orangutan di area PLTA Batang Toru. Padahal, ada proyek lain yaitu kegiatan tambang emas, yang juga di dekat wilayah itu yang juga mengancam ekosistem. Bahkan, proyek tambang itu kabarnya sama sekali tidak ada kegiatan mitigasi lingkungannya. Bagaimana tanggapan Anda?

Serge Which adalah konsultan kondang dari Inggris. Dia pernah menjelaskan pengalamannya menjadi konsultan Orangutan di perusahaan tambang emas Martabe, di Tapanuli Selatan, sekitar tahun 2007-2008.

Disampaikan, bahwa dia membantu Martabe, bagaimana menggusur Orangutan dari Bukit Purnama. Saat itu, bukit Purnama telah diputuskan menjadi daerah kerja kegiatan penambangan. Dari keahliannya dan hasil research-nya, maka Martabe berhasil “memindahkan” Orangutan dari habitat utamanya.

Baca juga : Dukung Penanganan Covid, AP II Siapkan Inovasi Layanan Kesehatan di Bandara Soekarno Hatta

Prestasi inilah yang membuat nama Serge menjadi ahli Orangutan Tapanuli yang ternama.

Serge dalam webinar itu mengatakan, sampai saat ini belum ada kesempatan untuk kembali melakukan research yang lebih detil mengenai perkembangan Orangutan Tapanuli. Sehingga, semua analisa yang disampaikan, berdasarkan data-data lama, yaitu 10-15 tahun lalu.

PLTA Batang Toru adalah proyek strategis nasional. Apa dan bagaimana konsekuensinya bagi Indonesia jika dihentikan?

Baca juga : Golkar Sebut Tidak Semua Suka Disuapi

Tentang penundaan PLTA Batang Toru, mungkin yang tepat bukan penundaan kerja. Melainkan perpanjangan Commercial Operation Date. PLTA Batang Toru siap beroperasi penuh per 1 Agustus 2020, apabila pemerintah memberikan izin.

PLTA Batang Toru sudah mengukur semua dampaknya oleh pihak ketiga. Baik dampak untuk Orangutan, maupun untuk ikan yang migratory. Semua datanya ada.

Semua kawan-kawan WALHI dan aktivis yang ada dalam webinar itu, tinggal menulis surat kepada PT NSHE (North Sumatera Hydro Energy), pembangun proyek PLTA Batang Toru. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.