Dark/Light Mode

Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Kuatkan Karakter dan Kolaborasi Siswa

Minggu, 4 September 2022 21:42 WIB
Ilustrasi komponen pendidikan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi komponen pendidikan. (Foto: Istimewa)

Kebijakan penerapan Kurikulum Merdeka merupakan upaya untuk memberikan layanan pembelajaran kepada peserta didik. Penerapan Kurikulum Merdeka dilaksanakan secara bertahap pada setiap jenjang satuan pendidikan. Dalam rangka melaksanakan ketentuan dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, perlu penetapan satuan pendidikan pelaksana implementasi Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri.

Kurikulum Merdeka merupakan terobosan yang baik untuk mengubah paradigma proses sampai kepada hasil pembelajaran yang ada. Beberapa karakteristik utama dari Kurikulum Merdeka yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah: Pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan aktivitas soft skills dan karakter siswa sesuai Profil Pelajar Pancasila, fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi, fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Profil Pelajar Pancasila

Desain pembelajaran telah dilakukan penyesuaian dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Profil Pelajar Pancasila mencakup beberapa hal. Di antaranya: Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Gotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif. Profil pelajar mahasiswa yang mencakup: Profil Pelajar Pancasila terus dilakukan sosialisasi dan diseminasi, sehingga partisipasi semua pihak untuk mendukung pencapaian hal tersebut sangat strategis dan kolaboratif. Semoga kita terus memberikan kontribusi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Baca juga : BEM RI Minta Subsidi BBM Dialihkan Untuk Kebutuhan Warga Miskin

Sumber daya manusia yang berkualitas akan memberikan dampak positif untuk kemajuan bangsa dan negara. Semua pihak diharapkan mempercepat pencapaian profil pelajar Pancasila, baik di tingkat pusat, daerah, sekolah, komunitas, dan sesuai dengan kondisi yang ada. 

Kurikulum Merdeka

Secara umum, Kurikulum Merdeka memiliki beberapa keunikan. Beberapa hal yang menjadi pembeda, yaitu: peningkatan karakter, fokus pada materi yang esensial, memberikan keleluasaan pada guru, dan memanfaatkan aplikasi, serta beberapa penyesuaian tahapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Kondisi tersebut membutuhkan usaha yang besar untuk melakukan perubahan kurikulum. Kurikulum Merdeka sebagai upaya dari pengembangan kompetensi abad 21, Revolusi Industri 4.0, dan Digital Society 5.0. Penerapan Kurikulum Merdeka harus didukung semua komponen satuan pendidikan. Semua unsur dalam satuan Pendidikan memberikan dukungan positif untuk pencapaian hasil pembelajaran.

Baca juga : Pemerintah Kudu Segera Tetapkan Kriteria Pembatasan BBM Bersubsidi

Penguatan Karakter dan Kolaborasi Siswa

Penerapan Kurikulum Merdeka mendorong penguatan karakter. Proses penguatan karakter tersebut dapat dilakukan melalui pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek pada penguatan profil pelajar Pancasila. Siswa diberikan dorongan untuk memiliki karakter yang baik. Semua pelaksanaan pembelajaran akan membentuk karakter siswa.

Berdasarkan kondisi tersebut, pembelajaran menjadi lebih kolaboratif. Metode pembelajaran diharapkan menjadi stimulan untuk pelaksanaan kolaborasi siswa. Kolaborasi dapat dilakukan antar siswa dengan saling bekerja secara bersama-sama. Kolaborasi dapat dilakukan sesama siswa, lintas siswa, melalui guru, dan komponen lainnya. Dilihat dari kemampuan Revolusi Industri 4.0 dan keterampilan abad 21, siswa menjadi lebih kolaboratif satu sama lain. Pada tahapan revolusi industri tahap 4, beberapa hal menjadi penyesuaian. Semua proses yang dilakukan untuk memperkuat pencapaian hasil belajar, penguatan karakter, dan upaya sinergi dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional.

Penguatan karakter dan kolaborasi siswa merupakan proses penguatan profil pelajar Pancasila. Berbagai macam kegiatan dilakukan baik intrakurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler untuk meningkatkan kualitas siswa. Di dalam kurikulum ini terdapat projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila. Proses pembelajaran dan lainnya yang dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga : Akademisi Dukung Menteri Erick Perkuat Peran Komisaris BUMN

Harapannya, terbentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Semua proses pembelajaran dilakukan secara menyenangkan. Pada tahapan ini, potensi yang dimiliki harus dikembangkan sesuai dengan karakteristik yang ada. Kita melakukan berbagai kegiatan dan tahapan yang pada akhirnya mewujudkan siswa yang berkarakter dan kolaboratif.■

Misbah Fikrianto

Deputi Direktur Administrasi SEAMEO QITEP in Language

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.