Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Analisis Potensi dan Fungsi-fungsi Manajemen pada Kawasan Industri Desa Mojotris
Sabtu, 23 Desember 2023 12:51 WIB
Desa Mojotrisno adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Mojotrisno dilewati jalan utama Lintas Selatan yang menghubungkan Surabaya dengan Solo dan Yogyakarta. Desa Mojotrisno memiliki luas wilayah 1,21 km persegi dan jumlah penduduk dengan jumlah 4.586 jiwa.
Desa Mojotrisno berbatasan langsung dengan Desa Kademangan di sebelah barat, Desa Dukuhmojo di sebelah selatan, dan Desa Miyagan di sebelah timur. Di sebelah utara berbatasan dengan Desa Mancilan. Desa Mojotrisno, di Dukuh Sanan Selatan (Sanan Kidul), yang merupakan pusat kerajinan pengecoran logam bronze (kuningan). Hasil dari kerajinan ini dijual keberbagai pusat wisata, khususnya ke Bali.
Desa Mojotrisno juga memiliki potensi wisata berupa wisata budaya seperti kesenian kuda lumping atau jaranan, usaha pengecoran kuningan pembuatan patung-patung, dan wisata kuliner dari adanya Pujasera Trisno Kuliner. Pengecoran kuningan ini masih di skala industri kecil, dengan setiap rumah memiliki usaha cor kuningan ini. Hasil dari pengecoran kuningan berupa patung-patung yang diperjualbelikan hingga di kirim sampai ke Bali.
Pekerjaan masyarakat masih dominan petani. Banyak penduduk Desa Mojotrisno yang masih memiliki lahan persawahan.
Fungsi Pemerintah
Fungsi pemerintahan di sini adalah sebagai pendukung. Pendukung dalam arti menunjang industri pengecoran kuningan dalam hal perdangannya, yang selama ini hanya didagangkan di wilayah Bali. Pemerintah Desa Mojotrisno memberikan arahan dan bimbingan terhadap industri-industri pengecoran kuningan, dengan mengumpulkan semua pengerajin cor kuningan ini jadi satu.
Baca juga : Menkes Resmikan Fasilitas Industri Alat Kesehatan Dexa Group
Kepala Desa Mojotrisno dapat mengarahkan para pengerajin ini agar menjadi satu dan kompak dalam hal perdangan karya-karya cor kuningan, karena setiap pengerajin memiliki keunikan tersendiri, sehingga hal ini bisa menjadi nilai tambah dalam pengolahan cor kuningan agar memiliki beraneka ragam bentuk. Hal ini juga menunjang Desa Mojotrisno agar lebih dikenal oleh masyarakat luas akan hasil kerajinan cor kuningan ini.
Dengan memperdagangkan kerajinan ke seluruh Indonesia atau bahkan sampai bisa ekspor ke luar negari tentu akan menjadi hal yang luar biasa dan menunjang kemajuan Desa Mojotrisno. Oleh hal inilah mengapa perlu adanya Pemerintah Desa yang berfungsi sebagai pendukung dan penyatu para pengrajin-pengrajin cor kuningan ini, agar memiliki satu pemikiran dan tujuan bersama demi kemajuan desa.
Manajemen
1. Manajemen Perencanaan (Planning)
- Pemerintah Desa Mojotrisno bekerja sama dengan para pengrajin cor kuningan yang ada.
- Menyusun rencana produksi, penjualan, dan pemasaran untuk mencapai target bisnis.
Baca juga : Pasuruan Miliki Potensi Investasi Jempolan, Mulai Pariwisata Hingga Industri
2. Manajemen Pengorganisasian (Organizing)
- Pemerintah Desa Mojotrisno membantu mengorganisir sumber daya yang diperlukan untuk produksi cor kuningan, termasuk bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja.
- Kelompok Pemerintah Desa Mojotrisno bekerja sama dengan para warga desa dalam promosi untuk mengenalkan kerajinan cor kuningan ke masyarakat luas.
3. Manajemen Pelaksanaan/Penggerakan (Actuating)
- Pemerintah Desa Mojotrisno melakukan pengerahan dengan memberikan dukungan dan bimbingan kepada para pengrajin cor kuningan yang ada agar dapat bekerja secara efisien.
- Mendorong inovasi dan kreativitas dalam proses produksi dan bentuk dari kerajinan cor kuningan.
Baca juga : Perdana Dalam 40 Tahun, Pupuk Indonesia Bangun Kawasan Industri Di Papua Barat
4. Manajemen Pengawasan (Controlling)
- Pemerintah Desa Mojotrisno melakukan pemantauan terhadap proses produksi dan membantu pengrajin cor kuningan yang ada agar melakukan perbaikan jika ditemukan penyimpangan dari standar.
Analisis Menurut Teori George R Terry (1961)
Dari teori George R Terry (1961) diperoleh pengertian bahwa ada empat fungsi manajemen sebagai sebuah proses yang meliputi : Planning, Organizing, Actuating, and Controlling. Dalam hal ini, Pemerintah Desa Mojotrisno telah menjalankan fungsi pertama perencanaan (planning), yaitu dengan melihat harga ekonomis kerajinan cor kuningan yang cukup tinggi. Pemerintah desa merencanakan akan meluaskan perdagangan kerajinan cor kuningan ini agar tidak hanya di Bali saja, tetapi bisa mencakup ke seluruh wilayah di Indonesia dan bahkan hingga luar negeri.
Selanjutnya, Pemerintah Desa Mojotrisno perlu melakukan pengorganisasian (organizing) dengan melakukan kerja sama dengan para pengrajin-pengrajin cor kuningan yang ada. Lalu, mulai melakukan tahap pelaksanaan (actuating) yaitu dengan mendiskusikan rencana Pemerintah Desa Mojotrisno yang ingin memperluaskan jangkauan perdagangan kerajinan-kerajinan cor kuningan ini ke seluruh Indonesia dan bahkan bisa ke luar negeri. Dan yang terakhir yaitu tahap pengawasan (controlling), yaitu dengan melihat standard kebutuhan pasar dan harga jual kerajinan yang memiliki nilai yang serupa.
Tentu saja hal ini juga perlu adanya perbaikan-perbaikan dari menentukan struktur dan harga jual barang serta penjualannya. Agar memenuhi standard atau ukuran yang sesuai. Dari analisis inilah Pemerintah Desa Mojotrisno dapat menarik kesimpulan-kesimpulan dan mempunyai pandangan ke depan akan terlaksananya rencana ini agar dapat menunjang perekonomian masyarakat. Tentu saja ini merupakan sebuah rencana yang baik untuk dilakukan, karena cor kuningan merupakan budaya atau keunikan yang ada pada Desa Mojotrisno.
Dito Firmansyah Rosidi
Mahasiswa Administrasi Publik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Mahasiswa Administrasi Publik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya