Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
AGI: Antara Mimpi Indah atau Kenyataan Suram, Mana yang Lebih Dekat?
Rabu, 8 Mei 2024 08:34 WIB
AI (Artificial Intelegence) atau kecerdasan buatan bukanlah hal yang asing di telinga kita. Kini, AI telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. AI telah diterapkan dalam berbagai sektor kehidupan baik pada industri, layanan kesehatan, maupun pendidikan. Seiring berkembangnya jaman, AI ini pun kian berkembang kemampuannya. Lantas apakah mungkin AI akan mencapai titik kepintaran dan memiliki kemampuan yang setara dengan manusia? Dan apa dampaknya bagi umat manusia?
Kecerdasan buatan yang mencapai titik kecerdasan layaknya manusia merupakan salah satu jenis dari AI itu sendiri, yang biasa disebut AGI.
Artificial General Intelligence (AGI) adalah jenis kecerdasan buatan yang memiliki tingkatan kecerdasan layaknya manusia yang memiliki kemampuan untuk memahami dan menyelesaikan berbagai masalah. Artificial Intelligence sering disebut dengan "Weak AI" (AI lemah), sedangkan AGI disebut sebagai "Strong AI" (AI kuat).
AGI memiliki struktur kecerdasan yang bisa dibilang cukup kompleks. AGI harus mampu memecahkan suatu masalah, mengidentifikasinya serta menemukan sebuah penyelesaian dari masalah tersebut, mampu merasakan dan memiliki indera layaknya manusia, mampu membuat keputusan sendiri dan masih banyak lagi. Hal tersebut tentu membutuhkan suatu sistemika program yang cukup rumit.
Setiap sistem AI akan menjalani serangkaian tes yang menyeluruh, yang skornya dicatat dan dianalisis untuk menunjukkan korelasi antar-tes. Jika analisis faktor dari hasil tes menunjukkan faktor tunggal yang memiliki beban positif di setiap tes, maka faktor AGI telah ada. Faktor yang dibutuhkan bukanlah hanya kemampuan untuk memecahkan masalah, fitur tambahan seperti desain model, pelatihan keragaman data, dan teknik optimasi, merupakan hal yang sangat penting untuk manifestasi AGI.
Dengan demikian, secara teori, faktor-faktor dengan tingkat kompleksitas yang cukup tinggi tersebut jika didampingi dengan niat dari para ilmuwan maka dapat dipastikan AGI memang akan terwujud di masa mendatang. Lantas kita sebagai seseorang yang turut melihat perkembangan AI dan memahami potensi serta resikonya, tentunya memiliki perbedaan perspektif yang sangat drastis.
Baca juga : Gerindra Sebut Sudah Komunikasi Dengan Semua Elit PKB, Hasilnya Bagus Banget
Potensi Manfaat dan Potensi Ancaman AGI
Ada perspektif yang mengatakan bahwa ketika suatu hari manusia berhasil membawa AGI ke dunia nyata, dimana nantinya AI tersebut akan memiliki kemampuan yang setara dengan umat manusia dan pada titik tertentu bahkan bisa jauh lebih cerdas dari umat manusia hingga mereka akhirnya memilki tabrakan dengan tujuan atau nilai-nilai yang dihargai manusia yang hingga akhirnya mereka menyimpulkan bahwa manusia merupakan sebuah ancaman dan berujung bergerak memusnahkan umat manusia.
Perspektif ini merupakan sebuah ketakutan yang sudah lama dirasakan oleh banyak orang, bahkan menurut Stephen Hawking, seorang fisikiawan teoritis dan kosmolog asal Inggris bahwa pengembangan kecerdasan buatan secara penuh bisa berarti akhir dari umat manusia. Tak hanya hawking, Elon Musk, CEO dari Tesla Motor dan SpaceX dimana ia turut mengutarakan pendapatnya dalam salah satu tweetnya bahwa AI dapat menyebabkan perang dunia ketiga, dan bahkan mengusulkan bahwa manusia harus bergabung dengan mesin agar tetap relevan di masa depan.
Di sisi lain, terdapat kumpulan orang-orang yang memandang perkembangan teknologi AI dengan penuh optimis karena melihat potensi tranformatif yang mungkin dapat dihasilkan darinya. Salah satu pemegang perspektif ini adalah Mark Zuckerberg, dimana ia mengatakan: “Saya pikir orang-orang yang melakukan penentangan dan mencoba menghidupkan skenario kiamat ini - saya tidak memahaminya. Ini benar-benar negatif, dan dalam beberapa hal saya pikir itu sangat tidak bertanggung jawab.” Dapat kita pahami juga bahwa menurut mark, ketakutan yang dimiliki oleh sebagian orang cukup berlebihan.
Lantas bagaimanakah perspektif yang seharusnya kita miliki? Untuk mengetahuinya, mari kita breakdown satu-satu potensi manfaat dan potensi ancaman yang dapat ditimbulkan oleh AGI.
Potensi Manfaat AGI
Baca juga : Garuda Operasikan 2 Penerbangan Kemanusian Ke Sudan Dan Palestina
Sesuai dengan apa yang telah kita ketahui bahwa AGI memiliki kemampuan setara dengan manusia bahkan mungkin lebih. Oleh karena itu pasti AGI sangat dapat memberikan perubahan besar pada kehidupan manusia sehari-hari. Diantaranya adalah :
- Meningkatkan Kemampuan Manusia
Dengan AGI, pekerjaan manusia dapat banyak terbantu, seperti membuat keputusan yang lebih baik, menganalisis data besar, dan menyelesaikan tugas yang kompleks.
- Mempercepat Kemajuan Ilmiah
AGI dapat digunakan untuk mempercepat penemuan ilmiah di berbagai bidang, seperti kedokteran, farmasi, dan eksplorasi ruang angkasa.
- Meningkatkan Kualitas Hidup
AGI dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dengan memberikan akses yang lebih baik ke pendidikan, perawatan kesehatan, dan layanan lainnya.
- Memecahkan Masalah Global
AGI dapat digunakan untuk menangani masalah global yang kompleks seperti kemiskinan, kelaparan, dan perubahan iklim.
Dapat dibayangkan dari penjabaran tersebut bagaiamana kesejahteraan manusia dapat meningkat secara drastis, lalu mari kita melihart sisi potensi ancaman AGI.
Baca juga : Jakarta Kota Khusus Legislatif
Potensi Ancaman AGI
Dikatakan bahwa AGI akan membawa “kiamat” kepada umat manusia, benarkah begitu? Mari Simak potensi ancaman AGI dibawah ini :
- Hillangnya Lapangan Pekerjaan Secara Besar-besaran
Kemampuan “serba bisa” yang dimiliki oleh AGI berpotensi mengotomatisasi banyak pekerjaan yang dilakukan manusia. Hal ini dapat menyebabkan pengangguran dimana-mana
- Senjata Otonom
AGI dapat dikembangkan untuk menjadi senjata otonom dimana ia mamou membunuh tanpa campur tangan manusia. Hal ini tentu dapat mengancam apabila disalahgunakan atau tidak sengaja menyebabkan kerusakan
- Ketidaksetaraan
Tentu kita dapat mengetahui bahwa AGI akan memiliki harga yang cukup fantastis. Oleh sebab itu, AGI dapat memperburuk ketimpangan masyarakat dan menyebabkan hak otoritas semakin besar hanya di tangan sebagian orang.
Menurut saya, AGI dapat sangat menguntungkan kehidupan manusia apabila ia dapat dimanfaatkan dengan baik, namun dapat menjadi pisau yang sangat tajam apabila terjadi kesalahan selama penerapan. Oleh karena itu, penting apabila diterapkan adanya “aturan” sebelum AGI dapat benar-benar terwujud. Dimana diantaranya dapat dilakukan sebuah Kerjasama Internasional untuk memastikan bahwa AGI dikembangkan dan digunakan secara bertanggung jawab dan etis.
Nattacha Yemima Aurora Serpara
Mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
Mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya