Dark/Light Mode

Satu-satunya di PTKIN

Top, Guru Besar Perempuan UIN Jakarta Masuk Top 2% Scientists Worldwide

Jumat, 20 September 2024 17:16 WIB
Prof Maila Dinia Husni Rahiem (Foto: Dok. UIN Jakarta)
Prof Maila Dinia Husni Rahiem (Foto: Dok. UIN Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Guru Besar Pendidikan Anak Usia Dini dan Kesejahteraan Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga Direktur Center for the Study of Religion, Environment and Climate Change, Prof Maila Dinia Husni Rahiem, kembali mencetak prestasi membanggakan dengan masuk daftar Stanford/Elsevier Top 2% Scientists Worldwide 2024. Sebelumnya, dia juga tercatat pada tahun 2023. Prestasi ini mengukuhkan Prof Maila sebagai satu-satunya ilmuwan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar ilmuwan bergengsi yang dikeluarkan Stanford University dan Elsevier BV. Stanford University.

Informasi keberhasilan Guru Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan ini didapat dari publikasi laman https://top2percentscientists.com/stanford-elsevier-top-scientists-list-2024/, Jumat (20/9/2024). Pada laman ini disebutkan, perangkingan terbagi dalam dua kategori, yaitu Top 2% Scientist sepanjang karier dan kategori Top 2% Scientist dengan dampak sitasi satu tahun terakhir (single-year impact).

Dari Indonesia, terdapat 40 ilmuwan yang masuk dalam kategori pertama dan 150 ilmuwan dalam kategori rising scientist dengan capaian dampak satu tahun. Prof Maila menempati peringkat ke-24 dari 150 ilmuwan dalam kategori Top 2% Scientist Single-year Impact dari total ilmuwan Indonesia yang masuk dalam daftar.

Secara global, Prof Maila menempati posisi ke-70.584 dari total 100.000 daftar ilmuwan berpengaruh dunia. Posisi globalnya naik signifikan dari peringkatnya tahun lalu, 87.240. Penilaian ini dilakukan Stanford University dan Elsevier berdasarkan dampak sitasi karya ilmiah, menjadikan Prof Maila salah satu ilmuwan dengan kontribusi signifikan dalam dunia akademik.

Baca juga : Satu-satunya Hakim Perempuan MK Ini Diharap Jadi Dewi Keadilan

Oleh Stanford University dan Elsevier, Prof Maila dinilai memberikan dampak besar dalam tiga bidang keilmuan, yakni Pendidikan, Artificial Intelligence, dan Ilmu Sosial. Ia menduduki peringkat kedua di Indonesia dalam bidang Pendidikan, peringkat keempat dalam Artificial Intelligence, dan peringkat pertama dalam Ilmu Sosial. Dengan capaian ini, Prof Maila semakin memperkuat kontribusi UIN Jakarta di kancah akademik global.

Data perangkingan tahun 2024 sendiri dirilis sejak 7 September lalu. Atas prestasi ini, Kepala Pusat Layanan Kerja Sama Internasional ini mendapatkan apresiasi langsung dari pimpinan maupun koleganya di UIN Jakarta.

Rektor UIN Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar, mengungkapkan kebanggaan dan apresiasi atas pencapaian Prof Maila untuk bisa masuk dalam jajaran Top 2% Scientists terbaik dunia versi Stanford University dan Elsevier.

“Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama UIN Jakarta, tetapi juga menjadi bukti nyata kualitas riset dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh Prof Maila dalam di bidang pendidikan, kecerdasan artifisial, dan dan ilmu-ilmu sosial,” katanya.

Baca juga : Tenang, Jakarta Masih Ibu Kota RI

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Ahmad Tholabi, menyatakan bahwa capaian Prof Maila menjadi dorongan penting bagi UIN Jakarta dalam upayanya mempercepat langkah menuju QS World University Ranking, salah satu target utama di bawah kepemimpinan Rektor, Prof Asep Saepudin Jahar.

“Capaian ini menunjukkan bahwa UIN Jakarta dan PTKIN mampu bersaing di kancah internasional, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Prof Imam Subchi, juga memberikan apresiasi yang sama. “Saya berharap prestasi ini akan menginspirasi para dosen, peneliti, dan mahasiswa UIN Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas akademik, serta semakin memperkuat kontribusi kita dalam membangun bangsa melalui ilmu dan penelitian,” apresiasinya.

Prof Maila mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian ini. “Menjadi perempuan, istri, dan ibu yang tetap unggul dalam akademik adalah kebanggaan tersendiri. Fokuslah pada kualitas penelitian, bukan hanya pada jumlah publikasi,” pesannya.

Baca juga : GenZ Di TikTok Beri Semangat Mahfud Berantas Korupsi

Peringkat Stanford's Top 2% Scientists merupakan sistem perangkingan ilmiah yang disusun berdasarkan analisis dampak sitasi di berbagai bidang keilmuan menggunakan data dari database Scopus. Ranking ini menyoroti ilmuwan yang memiliki karya yang paling banyak disitasi, mengevaluasi dampak karya ilmiahnya berdasarkan berbagai metrik, baik dari dampak sitasi sepanjang karir maupun dampak dalam satu tahun terakhir. Daftar ini meliputi 100.000 ilmuwan yang dipilih berdasarkan indikator komposit (c-score, dengan dan tanpa sitasi diri) atau peringkat persentil 2% teratas dalam bidang masing-masing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.