Dark/Light Mode

Launching Portal Nasional SMEsta.id

Kemenkop UKM Patok Target UMKM Ekspor Naik 17 Persen

Kamis, 25 November 2021 15:45 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (tengah) di acara aunching Portal Nasional SMEsta.id, Kamis (25/11). (Foto: Dok.Kemenkop UKM)
Menkop UKM Teten Masduki (tengah) di acara aunching Portal Nasional SMEsta.id, Kamis (25/11). (Foto: Dok.Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) meluncurkan sekaligus meresmikan portal UKM Nasional SMEsta.id (Small and Medium Enterprises Station).

Kehadiran portal nasional ini, diharapkan bisa mendongkrak target UKM ekspor hingga 17 persen secara nasional pada 2024.

SMEsta merupakan portal UKM Nasional berbasis website/katalog digital yang menyediakan informasi lengkap mengenai program pelatihan UKM, pembiayaan, perluasan pasar, perizinan dan standardisasi, persyaratan dan kriteria ekspor impor, market intelligence dan peluang usaha di beberapa negara yang terintegrasi secara regional dengan portal ASEAN Access.

Berita Terkait : Buka Portal Aduan, KemenKop UKM Pastikan KUR Bisa Tanpa Agunan

Portal SMEsta.id ini juga hasil koloborasi KemenKopUKM bersama Kedutaan German melalui ASEAN SMEs GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH), serta Kadin.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi hasil kolaborasi tersebut, serta dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan SMEsta.

“SMEsta hadir sebagai dukungan kepada UKM Indonesia, terutama dalam hal promosi dan perluasan pasar. Launching SMEsta ini diharapkan membuka pangsa pasar baru bagi UKM ekspor. Sehingga ini menjadi bagian dari kenaikan target ekspor hingga 17 persen di 2024 bisa tercapai,” ucap Teten dalam launching SMEsta.id di Jakarta, Kamis (25/11).

Berita Terkait : Kapolri Kejar Target Vaksinasi 70 Persen

Tak hanya akses pasar, UKM juga memperoleh informasi terkait pelatihan, pembiayaan, perizinan, kriteria ekspor impor, market intelligence serta peluang usaha diberbagai negara. Nantinya SMEsta juga terintegrasi secara regional di kawasan ASEAN.

“Di 2024 kami optimis UKM yang tergabung dalam SMEsta ini bisa mencapai 10 ribu UKM. Selain itu, target 30 juta UMKM masuk dalam ekosistem digital di 2024. Di mana saat ini telah mencapai 16,4 juta atau naik sebesar 25,6 persen. Angka ini tumbuh luar biasa, hampir 105 persen dibanding sebelum pandemi yang hanya 8 juta UMKM,” rinci Teten.

Diakuinya, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat luar biasa. Hal ini terlihat dari transaksi e-commerce yang juga naik 54 persen atau lebih dari 3 juta transaksi per hari.

Berita Terkait : Bangun Factory Sharing Furnitur, Kemenkop UKM Gelontorkan Rp 13 M

Tercatat pendapatan e-commerce mencapai 44 miliar dolar AS atau setara Rp 640 triliun selama pandemi. Dan diproyeksi mencapai 124 miliar dolar AS atau setara Rp 1.700 triliun di 2025.

“Angka tersebut sangat besar, launching SMEsta ini sangat relevan. Untuk kami mengajak seluruh UMKM nasional untuk masuk portal SMEsta, memperluaa informasi, serta mendorong UMKM berjaya di dalam dan luar negeri. Semoga menberikan dampak besar bagi UMKM Tanah Air,” harap Teten.

Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman menambahkan, saat ini jumlah UKM yang telah bergabung pada Portal UKM Nasional SMEsta mencapai 1.521 UKM ekspor dan 9 Mitra Pendukung UKM.
 Selanjutnya